Diare mulai menyerang warga kota Kupang

id RSUD

Direktris RSUD SK Lerik Kota Kupang dr Marsiana Halek

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik Kota Kupang mulai sibuk menangani pasien diare yang saat ini sudah menyerang sedikitnya 31 warga ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kupang (AntaraNews NTT) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik Kota Kupang mulai sibuk menangani pasien diare yang saat ini sudah menyerang sedikitnya 31 warga ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur RSUD SK Lerik dr Marsiana Halek ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat (25/5) menjelaskan sejak daerah ini memasuki musim pancaroba yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara serta terjadinya angin kencang mulai muncul kasus diare yang dialami anak-anak dan orang dewasa.

"Pada pekan lalu ada sekitar 31 orang penderita diare yang menjalani pengobatan di RSUD SK Lerik. Semua penderita diarea itu telah ditangani secara baik oleh petugas medis di rumah sakit ini," katanya.

Sebanyak 31 orang penderita diare itu hanya menjalani pengobatan di rumah sakit milik pemerintah Kota Kupang itu. "Tidak ada pasien diare yang dirawat. Semuanya hanya menjalani rawat jalan karena kondisinya masih ringan," ujarnya.

Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan penderita diare, pihaknya mengantisipasi dengan menyediakan obat-obatan dalam jumlah mamadai. "Obat-obatan kita siapkan dalam jumlah yang banyak termasuk fasilitas medis serta tenaga medis yang dalam kondisi siaga mengantisipasi adanya peningkatan kasus diare dan ISPA selama musim pancaroba ini," katanya.

Ia mengatakan, menjaga kebersihan diri serta mengkonsumsi makanan yang bergizi serta menjalankan pola hidup sehat dapat mencegah terjadinya diare maupun penyakit lainnya.

Menurut dia, menjalankan hidup sehat sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar tidak mudah terserang berbagai penyakit saat musim pancaroba yang sedang melanda wilayah NTT.

Baca juga: Sekitar 100 Warga Kota Kupang Diserang Diare
Baca juga: RS Penuh dengan Pasien Diare
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar