Esthon-Chris Perkuat saksi di TPS

id Gerindra

Esthon-Chris Perkuat saksi di TPS

Calon Gubernur NTT nomor urut 1 Esthon Foenay (kanan) didamping Ketua DPP partai Gerindra Fary Jemi Francis ketika memimpin rapat konsolidasi pemenangan Pilgub dan Pilbup di Kupang,NTT (21/6). Foto Antara/Kornelis Kaha

"Kami punya pengalaman yang buruk saat Pilgub 2013, oleh karena itu kali ini saksi harus diperkuat di setiap tempat pemungutan suara,"
Kupang,  (AntaraNews NTT)- Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 1 Esthon Foenay-Christian Rotok memperkuat saksi-saksi yang sudah ditunjuk agar tidak berpaling ke pasangan lain saat hari pemungutan suara.

"Kami punya pengalaman yang buruk saat Pilgub 2013, oleh karena itu kali ini saksi harus diperkuat di setiap tempat pemungutan suara," kata Ketua DPP Partai Gerindra Fary Djemi Francis kepada wartawan di Kupang, Kamis (21/6).

Hal ini disampaikannya saat dilaksanakan rapat konsolidasi pemenangan Pilgub dan Pilbup se-NTT oleh DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Timur yang dihadiri sejumlah kader dari berbagai kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu.

Fary yang juga pengurus DPP Partai Gerindra juga mengatakan rapat itu bertujuan untuk membahas strategi dalam penguatan peran saksi-saksi yang akan ditempatkan.

"Kami tak ingin lagi kecolongan seperti pilgub sebelumnya. Oleh karena itu dengan rapat pada H-6 pilgub ini diharapkan dapat memperkuat tekad bersama untuk memenangkan pasangan Esthon-Chris," katanya.

Secara keseluruhan pasangan nomor urut satu ini menyiapkan 1.672 saksi untuk ditempatkan di 14.643 tempat pemungutan suara.

Jumlah saksi tersebut sudah ditambah dengan relawan Sobat Fary dan Kompi G yang sudah berjalan dan bekerja selama satu tahun terakhir ini.

Sisanya lanjut Fary yang juga Ketua Komisi V DPR RI akan dibantu oleh sejumlah partai pendukung lainnya seperti Perindo serta PAN.

Lebih lanjut Ketua Fraksi Gerindra MPR ini juga mengatakan bahwa ada lima hal yang harus diketahui oleh para saksi dan akan dikawal oleh Gerindra sendiri.

Kelima hal tersebut adalah meminta para saksi untuk mendata jaringan atau keluarga yang belum mendapatkan surat undangan. Kedua, jika sudah mendapatkan undangan para pemilih harus pergi ke TPS untuk memilih.

"Jangan acuh, sebab satu suara juga penting untuk pasangan Esthon-Chris. Hal ketiga adalah mengawal pada saat proses pemilihan, sebab kita tidak ingin nantinya banyak manipulasi suara," katanya.

Keempat adalah antara saksi di TPS dan saksi di kecamatan berkoordinasi agar tidak ada suara yang hilang.

"Yang terakhir saya meminta para saksi mengawal, jangan sampai terjadi politik uang atau serangan fajar saat menjelang hari pencoblosan surat suara," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar