Logo Header Antaranews Kupang

Saham Asia menguat pada akhir perdagangan

Rabu, 13 Juli 2022 15:27 WIB
Image Print
Arsip Foto - Orang-orang melewati layar elektronik yang menunjukkan indeks harga saham Nikkei Jepang di dalam sebuah aula konferensi di Tokyo, Jepang, Selasa (14/6/2022). ANTARA/REUTERS/Issei Kato/am.
...Pelemahan tajam dalam harga minyak pada Juli menunjukkan bahwa (inflasi) Juni mungkin menandai puncaknya

Hongkong/Tokyo (ANTARA) - Saham-saham membuat sedikit keuntungan di seluruh Asia pada akhir perdagangan Rabu, (13/7/2022) sementara euro melayang tepat di atas paritas terhadap dolar ketika investor menunggu laporan inflasi AS yang sangat diantisipasi pada hari ini.

Sementara itu, indeks berjangka melemah menjelang pembukaan pasar Eropa pada Rabu pagi. FTSE berjangka tergelincir 0,24 persen dan indeks pan-region EuroSTOXX 50 berjangka turun 0,46 persen.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,66 persen, menghentikan kerugian dua hari berturut-turut, setelah merosot ke level terendah dalam dua tahun sehari sebelumnya.

Saham Taiwan memimpin kenaikan, berakhir melonjak 2,68 persen setelah kementerian keuangan Taiwan mengatakan pada Selasa malam (12/7/2022) akan mengaktifkan dana stabilisasi sahamnya. Pasar telah jatuh ke level terendah 19 bulan hari itu.

Produsen suku cadang penerbangan Aero Win Technology Corp adalah yang berkinerja terbaik hari ini, bursa efek Taiwan terangkat 10 persen.

Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,54 persen, setelah kehilangan hampir 2,0 persen pada hari sebelumnya. Indeks KOSPI Korea menetap 0,47 persen lebih tinggi, indeks saham unggulan China CSI300 naik 0,18 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,08 persen dan

Tetapi sebagian besar pergerakan terasa tidak substansial menjelang rilis data inflasi AS untuk Juni, yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters akan meningkat sebesar 8,8 persen pada basis tahunan, tertinggi dalam 40 tahun.

Angka inflasi yang tinggi kemungkinan akan dibaca oleh Federal Reserve AS sebagai tanda bahwa ia perlu melanjutkan kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengatasi lonjakan harga-harga, sekalipun ini dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.

"Pelemahan tajam dalam harga minyak pada Juli menunjukkan bahwa (inflasi) Juni mungkin menandai puncaknya. Jika demikian, fase pengetatan Fed yang paling dinamis dapat diakhiri dengan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada 27 Juli," kata analis di ANZ.

"Namun, ekspektasi kami adalah bahwa kekuatan yang mendasari inflasi inti dan suku bunga kebijakan riil yang masih sangat negatif berarti kenaikan suku bunga 50 basis poin masih akan sesuai setelah musim panas."

Baca juga: IHSG melemah dipicu pengetatan The Fed

Baca juga: Saham merosot jelang data inflasi AS


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Saham Asia menguat ketika investor bersiap untuk data inflasi AS



Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026