Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur
- 22 December 2025 10:40 WIB
Warga berusaha mengeringkan genangan air di rumah mereka akibat banjir pesisir atau ROB yang terjadi di pesisir pantai Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, NTT, Selasa (12/3/2024). Banjir ROB yang diprediksi bakal terjadi hingga 16 Maret itu menerjang daerah tersebut menimbulkan 75 unit rumah nelayan terdampak, 10 unit kapal rusak berat dan beberapa kepala keluarga terpaksa mengungsi. ANTARA/Kornelis Kaha
Warga melintas di jalan yang digenangi air akibat banjir pesisir atau ROB yang terjadi di Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, NTT, Selasa (12/03/2024). Banjir ROB yang diprediksi bakal terjadi hingga 16 Maret itu menerjang daerah tersebut menimbulkan 75 unit rumah nelayan terdampak, 10 unit kapal rusak berat dan beberapa kepala keluarga terpaksa mengungsi. ANTARA/Kornelis Kaha
Sejumlah warga menyaksikan gelombang tinggi yang mengakibatkan banjir persisir atau ROB di Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, NTT Selasa (12/3). Banjir ROB yang diprediksi bakal terjadi hingga 16 Maret itu menerjang daerah tersebut menimbulkan 75 unit rumah nelayan terdampak, 10 unit kapal rusak berat dan beberapa kepala keluarga terpaksa mengungsi. ANTARA/Kornelis Kaha
Salah satu kafe penggung yang tersisa puing-puing akibat diterjang gelombang tinggi yang berdampak pada banjir pesisir atau ROB di Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, NTT Selasa (12/3/2024).Banjir ROB yang diprediksi bakal terjadi hingga 16 Maret itu menerjang daerah tersebut menimbulkan 75 unit rumah nelayan terdampak, 10 unit kapal rusak berat dan beberapa kepala keluarga terpaksa mengungsi. ANTARA/Kornelis Kaha.
Pengendara bermotor melintas di pesisir pantai saat terjad gelombang tinggi yang menimbulkan banjir pesisir (ROB) di Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, NTT, Selasa (12/3/2024). Banjir ROB yang diprediksi bakal terjadi hingga 16 Maret itu menerjang daerah tersebut menimbulkan 75 unit rumah nelayan terdampak, 10 unit kapal rusak berat dan beberapa kepala keluarga terpaksa mengungsi. ANTARA/Kornelis Kaha