Emas terdongkrak 3,90 dolar
Selasa, 8 November 2022 10:00 WIB
Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA/Shutterstock/aa. (Shutterstock/Konstantin Faraktinov)
Chicago (ANTARA) - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa, 8/11/2022 pagi WIB), memperpanjang keuntungan akhir pekan lalu dan bertahan di atas level psikologis 1.650 dolar AS karena greenback melemah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 3,90 dolar AS atau 0,23 persen menjadi ditutup pada 1.680,50 dolar AS per ounce. setelah diperdagangkan berkisar di tertinggi sesi 1.685,60 dolar dan terendah 1.670,00 dolar AS.
Emas berjangka melonjak 45,70 dolar AS atau 2,8 persen menjadi 1.676,60 dolar AS pada Jumat (4/11/2022), setelah jatuh 19,10 dolar AS atau 1,16 persen menjadi 1.630,90 dolar AS pada Kamis (3/11/2022), dan naik tipis 0,3 dolar AS atau atau 0,02 persen menjadi 1.650,00 dolar AS pada Rabu (2/11/2022).
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama rivalnya pada Senin (7/11/2022), karena sentimen risiko meningkat, menekan permintaan untuk mata uang safe-haven, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,68 persen menjadi 110,1190.
Emas bertahan di dekat level tertinggi multi-minggu yang dicapai akhir pekan lalu ketika mencatat persentase kenaikan harian terbesar sejak 2 April 2020, memicu beberapa analis pasar berspekulasi bahwa harga emas telah mencapai level terbawahnya.
Namun emas diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan mendatang, mengingat Federal Reserve mengisyaratkan akan terus menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi. Pembacaan angka pekerjaan yang kuat minggu lalu memberi bank sentral lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga.
Fokus minggu ini adalah laporan Departemen Tenaga Kerja AS tentang indeks harga konsumen AS, barometer inflasi untuk Oktober pada Kamis (10/11/2022), yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa tekanan harga tetap berada di dekat level tertinggi 40 tahun. Data seperti itu kemungkinan akan mengundang lebih banyak gerakan hawkish dari The Fed.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 13,5 sen atau 0,65 persen, menjadi ditutup pada 20,919 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 28,90 dolar AS atau 3,01 persen, menjadi ditutup pada 989,40 dolar per ounce.
Baca juga: Harga emas melonjak 45,70 dolar
Baca juga: Emas naik tipis, kembali di level 1.650 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas terdongkrak 3,90 dolar karena "greenback" melemah
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 3,90 dolar AS atau 0,23 persen menjadi ditutup pada 1.680,50 dolar AS per ounce. setelah diperdagangkan berkisar di tertinggi sesi 1.685,60 dolar dan terendah 1.670,00 dolar AS.
Emas berjangka melonjak 45,70 dolar AS atau 2,8 persen menjadi 1.676,60 dolar AS pada Jumat (4/11/2022), setelah jatuh 19,10 dolar AS atau 1,16 persen menjadi 1.630,90 dolar AS pada Kamis (3/11/2022), dan naik tipis 0,3 dolar AS atau atau 0,02 persen menjadi 1.650,00 dolar AS pada Rabu (2/11/2022).
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama rivalnya pada Senin (7/11/2022), karena sentimen risiko meningkat, menekan permintaan untuk mata uang safe-haven, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,68 persen menjadi 110,1190.
Emas bertahan di dekat level tertinggi multi-minggu yang dicapai akhir pekan lalu ketika mencatat persentase kenaikan harian terbesar sejak 2 April 2020, memicu beberapa analis pasar berspekulasi bahwa harga emas telah mencapai level terbawahnya.
Namun emas diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan mendatang, mengingat Federal Reserve mengisyaratkan akan terus menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi. Pembacaan angka pekerjaan yang kuat minggu lalu memberi bank sentral lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga.
Fokus minggu ini adalah laporan Departemen Tenaga Kerja AS tentang indeks harga konsumen AS, barometer inflasi untuk Oktober pada Kamis (10/11/2022), yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa tekanan harga tetap berada di dekat level tertinggi 40 tahun. Data seperti itu kemungkinan akan mengundang lebih banyak gerakan hawkish dari The Fed.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 13,5 sen atau 0,65 persen, menjadi ditutup pada 20,919 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 28,90 dolar AS atau 3,01 persen, menjadi ditutup pada 989,40 dolar per ounce.
Baca juga: Harga emas melonjak 45,70 dolar
Baca juga: Emas naik tipis, kembali di level 1.650 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas terdongkrak 3,90 dolar karena "greenback" melemah
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB