Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Kementerian Sosial RI mengusulkan mantan Menteri Perhubungan RI Franciscus Xaverius Seda untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional, karena memiliki jasa dalam pembangunan sektor perhubungan maupun ekonomi Indonesia.

"Pak Franciscus Xaverius Seda memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa Indonesia, sehingga sangat layak untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional," kata Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi saat membuka seminar nasional jejak Frans Seda: Perjuangan dan pengabdian untuk Tuhan dan Tanah Air di auditorium St Paulus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Kamis, (24/11/2022).

Ia mengatakan Franciscus Xaverius Seda merupakan mantan Menteri Keuangan RI pada periode 1966-1968, memiliki peran penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang pada saat itu masuk dalam kategori negara hiperinflasi, sehingga kondisi ekonomi Indonesia ketika itu terburuk sepanjang masa.

Menurut Wakil Gubernur NTT, melalui peran Franciscus Xaverius Seda yang memiliki banyak prestasi berhasil menurunkan inflasi melalui penataan organisasi Kementerian Keuangan dan sistem anggaran berimbang dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga Indonesia saat itu berhasil keluar dari lilitan krisis ekonomi.

Ia mengatakan pada masa kepemimpinan Presiden Soekaro jabatan strategis yang pernah dijabat Franciscus Xaverius Seda, yaitu sebagai Menteri Perkebunan pada tahun 1964-1966 dan Menteri Pertanian pada 1966.

Bahkan, kata Josef, Putra kelahiran Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores itu pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto juga dipercaya sebagai Menteri Perhubungan RI pada 1968-1973.

Josef menambahkan beberapa jabatan strategis pada masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarno Putri juga pernah diemban oleh Franciscus Xaverius Seda.

"Begitu banyak hal yang telah dilakukan seorang Franciscus Xaverius Seda untuk negara ini, sehingga sudah layak untuk menjadi seorang pahlawan nasional," kata Josef A Nae Soi.

Pemerintah NTT, kata dia, segera mengusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo agar putra asal NTT Franciscus Xaverius Seda ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Ia berharap melalui kajian akademis yang dilakukan berbagai pihak itu bisa meyakinkan Pemerintah Pusat untuk secepatnya menetapkan status pahlawan nasional kepada Franciscus Xaverius Seda.

"Mudah-mudahan usulan itu segera diterima pemerintah pusat, sehingga menjadi kado terindah bagi Provinsi NTT yang akan merayakan ulang tahun ke-64 pada 20 Desember 2022," katanya.

Josef berharap usulan untuk menjadikan Franciscus Xaverius Seda sebagai pahlawan nasional bisa menambah jumlah pahlawan nasional asal NTT yang saat ini ada tiga orang, yaitu Herman Johanes, Izaak Huru Doko dan Wilhelmus Zakaria Joahannes.

"Setelah semua persyaratan terpenuhi, kami segera mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional, saat ini tinggal satu tahapan, yaitu tahapan kajian akademis, setelah selesai kita usulkan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosep Rasi mengatakan usulan untuk menjadikan Franciscus Xaverius Seda sebagai pahlawan nasional sudah mulai berproses sejak tahun 2021, setelah diusulkan masyarakat Kabupaten Sikka kepada Pemerintah NTT.

"Semua proses tahapan dilakukan dan saat ini sudah pada tahap kajian akademik yang dilakukan berbagai pihak terkait, setelah kajian akademi selesai, proses usulan ke pemerintah pusat sudah bisa dilakukan," kata Yosep Rasi.

Ia berharap pada 2023 penetapan Franciscus Xaverius Seda sebagai pahlawan nasional sudah bisa terwujud.

Baca juga: Artikel - Negeri bertabur teladan kepahlawanan
Baca juga: Presiden anugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemda NTT usulkan Franciscus Xaverius Seda jadi pahlawan nasional

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024