Nagekeo pasang gorong-gorong sebagai langkah mitigasi bencana
Minggu, 4 Desember 2022 8:18 WIB
Pekerja dengan alat berat diturunkanBPBD Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur dalam pemasangan beronjong dan gorong-gorong di Kali Dowosude, Desa Podenura, Kecamatan Nangaroro sebagai langkah mitigasi bencana, Jumat (2/12/2022). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur memasang beronjong dan gorong-gorong di Kali Dowosude Desa Podenura, Kecamatan Nangaroro sebagai langkah mitigasi bencana dan memudahkan transportasi warga di wilayah selatan kabupaten itu.
"Box culvert (gorong-gorong) itu untuk membantu akses jalan di jembatan. Ini untuk mempermudah akses jalan Nangaroro-Maunori, Kecamatan Keo Tengah," kata Kepala Bidang Darurat Bencana BPBD Nagekeo Nobertus Situ Co’o ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Jumat (2/12).
Dia menjelaskan alat berat telah dikerahkan untuk pemasangan beronjong dan gorong-gorong guna melancarkan arus transportasi darat dan menunjang perputaran ekonomi di wilayah itu.
Pengerjaan jembatan tersebut dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat setempat sedangkan pemerintah menyiapkan material dan pembiayaan hari orang kerja (HOK) kepada masyarakat pekerja.
"HOK dan seluruh pembiayaan dari BPBD. Kami hanya mendampingi, tenaga kerja di sana," ucapnya.
Selain pengerjaan beronjong dan pemasangan gorong-gorong, pemerintah daerah tengah menangani Jembatan Lowoledho Kelurahan Mauponggo, Kecamatan Mauponggo yang terdampak bencana alam. Jembatan tersebut menjadi akses warga dari Mauponggo ke Kotagana dan wilayah Ngera.
Baca juga: BMKG ingatkan tiga kecamatan di Manggarai Timur waspadai hujan lebat
"Sudah ada jembatan, hanya goyang di sisi timur jadi kami atasi abutment (penyangga) jembatan di sisi timur," katanya.
Baca juga: Polres Kupang mulai lakukan kesiapsiagaan hadapi bencana
Pemerintah daerah setempat mengatasi infrastruktur yang berada di ujung bentang jembatan sebagai penopang yang mengalami gangguan hingga membuat jembatan itu tidak stabil.
"Box culvert (gorong-gorong) itu untuk membantu akses jalan di jembatan. Ini untuk mempermudah akses jalan Nangaroro-Maunori, Kecamatan Keo Tengah," kata Kepala Bidang Darurat Bencana BPBD Nagekeo Nobertus Situ Co’o ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Jumat (2/12).
Dia menjelaskan alat berat telah dikerahkan untuk pemasangan beronjong dan gorong-gorong guna melancarkan arus transportasi darat dan menunjang perputaran ekonomi di wilayah itu.
Pengerjaan jembatan tersebut dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat setempat sedangkan pemerintah menyiapkan material dan pembiayaan hari orang kerja (HOK) kepada masyarakat pekerja.
"HOK dan seluruh pembiayaan dari BPBD. Kami hanya mendampingi, tenaga kerja di sana," ucapnya.
Selain pengerjaan beronjong dan pemasangan gorong-gorong, pemerintah daerah tengah menangani Jembatan Lowoledho Kelurahan Mauponggo, Kecamatan Mauponggo yang terdampak bencana alam. Jembatan tersebut menjadi akses warga dari Mauponggo ke Kotagana dan wilayah Ngera.
Baca juga: BMKG ingatkan tiga kecamatan di Manggarai Timur waspadai hujan lebat
"Sudah ada jembatan, hanya goyang di sisi timur jadi kami atasi abutment (penyangga) jembatan di sisi timur," katanya.
Baca juga: Polres Kupang mulai lakukan kesiapsiagaan hadapi bencana
Pemerintah daerah setempat mengatasi infrastruktur yang berada di ujung bentang jembatan sebagai penopang yang mengalami gangguan hingga membuat jembatan itu tidak stabil.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Geologi: 24 gunung api di Indonesia saat ini berstatus di atas normal
23 September 2025 11:07 WIB
Ekonom: Pemerintah perlu mitigasi penurunan daya beli rakyat dampak PPN 12 persen
23 December 2024 19:00 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB