PKB kaji peniadaan jabatan gubernur
Selasa, 31 Januari 2023 17:55 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan pidato dalam kegiatan Sarasehan Nasional Satu Abad NU di Jakarta, Senin (30/1/2023). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengadakan sarasehan nasional peringatan satu abad atau 100 tahun Nadhlatul Ulama (NU) dengan tema "Satu Abad Kebangkitan Ulama Menuju Masa Depan Kebangkitan Bangsa". ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengemukakan bahwa partainya sedang mengkaji peniadaan jabatan kepala daerah setingkat gubernur.
"Kami sedang mematangkan kajian dengan para ahli," kata Muhaimin di Jakarta, Senin, (30/1/2023).
Ia menjelaskan peniadaan jabatan gubernur karena pada dasarnya fungsi itu terlampau tidak efektif dan disertai alokasi anggaran besar
"Tahap pertama ditiadakan karena fungsi gubernur hanya penyambung antara pemerintah pusat dan daerah," katanya menegaskan.
Hal itu juga disampaikan Muhaimin saat memberikan sambutan pada Sarasehan Nasional Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Senin.
Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan saat ini sistem politik era reformasi harus dievaluasi secara keseluruhan.
"PKB mengusulkan pemilihan langsung hanya pemilihan presiden dan pemilihan bupati dan wali kota," ujarnya.
Muhaimin mengatakan melalui forum sarasehan itu, pihaknya akan minta para pakar dan tokoh untuk memberikan refleksi sekaligus rekomendasi-rekomendasi, khususnya rekomendasi politik untuk perjuangan PKB dan NU pada masa yang akan datang.
Sejumlah narasumber yang hadir dalam sarasehan itu, di antaranya K.H. Said Aqil Siroj, K.H. As'ad Said Ali, K.H. Masdar Farid Mas'udi, Fachry Ali, K.H. Ahmad Baso, Sudjiwo Tejo, hingga Nyai Hj. Badriyah Fayumi.
Baca juga: Pengamat sebut pembentukan sekber bukti koalisi Gerindra-PKB makin solid
Baca juga: Pengamat : Sekber Gerindra-PKB jadi ruang bangkitkan militansi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muhaimin Iskandar: PKB kaji peniadaan jabatan gubernur
"Kami sedang mematangkan kajian dengan para ahli," kata Muhaimin di Jakarta, Senin, (30/1/2023).
Ia menjelaskan peniadaan jabatan gubernur karena pada dasarnya fungsi itu terlampau tidak efektif dan disertai alokasi anggaran besar
"Tahap pertama ditiadakan karena fungsi gubernur hanya penyambung antara pemerintah pusat dan daerah," katanya menegaskan.
Hal itu juga disampaikan Muhaimin saat memberikan sambutan pada Sarasehan Nasional Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Senin.
Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan saat ini sistem politik era reformasi harus dievaluasi secara keseluruhan.
"PKB mengusulkan pemilihan langsung hanya pemilihan presiden dan pemilihan bupati dan wali kota," ujarnya.
Muhaimin mengatakan melalui forum sarasehan itu, pihaknya akan minta para pakar dan tokoh untuk memberikan refleksi sekaligus rekomendasi-rekomendasi, khususnya rekomendasi politik untuk perjuangan PKB dan NU pada masa yang akan datang.
Sejumlah narasumber yang hadir dalam sarasehan itu, di antaranya K.H. Said Aqil Siroj, K.H. As'ad Said Ali, K.H. Masdar Farid Mas'udi, Fachry Ali, K.H. Ahmad Baso, Sudjiwo Tejo, hingga Nyai Hj. Badriyah Fayumi.
Baca juga: Pengamat sebut pembentukan sekber bukti koalisi Gerindra-PKB makin solid
Baca juga: Pengamat : Sekber Gerindra-PKB jadi ruang bangkitkan militansi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muhaimin Iskandar: PKB kaji peniadaan jabatan gubernur
Pewarta : Fauzi
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Piala Asia Futsal 2026 - Indonesia tak lakukan hal spesial saat gulung Korsel
28 January 2026 6:56 WIB
Menko PM: Infrastruktur publik diwajibkan alokasikan 30 persen area untuk UMKM
30 October 2025 11:53 WIB
Menko PM optimistis anggaran Perlinsos bisa ditambah menjadi Rp1.000 triliun
29 October 2025 14:09 WIB
Menko PM: 100 ribu WNI diperkirakan bekerja di Kamboja meski bukan negara penempatan,
28 October 2025 8:32 WIB