Warga Mabar diminta waspada bencana pada puncak musim hujan
Minggu, 5 Februari 2023 4:55 WIB
Ilustrasi - Pemandangan daerah Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)
Labuan Bajo (ANTARA) - Warga Kabupaten Manggarai Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur diminta mewaspadai kemungkinan terjadi bencana alam akibat hujan lebat dan angin kencang pada masa puncak musim penghujan.
"Februari ini puncak musim hujan dan Manggarai Barat juga mendapatkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Sti Nenotek di Labuan Bajo, Sabtu, (4/2/2023).
Curah hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi terjadi pada puncak musim penghujan dapat menyebabkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pepohonan tumbang.
Oleh karena itu, Sti mengingatkan warga yang bermukim di daerah berlereng, tebing yang curam, dan bantaran sungai untuk mewaspadai kemungkinan terjadi banjir dan tanah longsor saat hujan turun dalam waktu lama.
Warga yang tinggal di daerah rawan bencana semacam itu disarankan siaga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang dinilai aman saat hujan turun dalam waktu lama.
Stasiun Meteorologi Komodo menyampaikan 10 wilayah kecamatan di Manggarai Barat yang perlu mewaspadai dampak hujan lebat pada puncak musim penghujan yakni Komodo, Mbeliling, Boleng, Sano Nggoang, Lembor, Macang Pacar, Pacar, Welak, Kuwus Barat, dan Ndoso.
Hujan lebat berisiko menimbulkan banjir dan tanah longsor serta dapat menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian warga.
"Warga yang melakukan perjalanan juga harus berhati-hati karena kendaraan akan sulit dikendarai dalam kondisi hujan lebat," kata Sti.
Dia mengimbau warga untuk memantau siaran informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelum melakukan aktivitas, termasuk melakukan perjalanan melalui jalur darat maupun laut.
"Karena kalau ada hujan lebat bisa disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Ini perlu diwaspadai," katanya.
Baca juga: BMKG bangun markas terpadu di NTT perkuat mitigasi bencana
Baca juga: Waspadai sembilan daerah di NTT berstatus siaga hujan lebat
"Februari ini puncak musim hujan dan Manggarai Barat juga mendapatkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Sti Nenotek di Labuan Bajo, Sabtu, (4/2/2023).
Curah hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi terjadi pada puncak musim penghujan dapat menyebabkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pepohonan tumbang.
Oleh karena itu, Sti mengingatkan warga yang bermukim di daerah berlereng, tebing yang curam, dan bantaran sungai untuk mewaspadai kemungkinan terjadi banjir dan tanah longsor saat hujan turun dalam waktu lama.
Warga yang tinggal di daerah rawan bencana semacam itu disarankan siaga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang dinilai aman saat hujan turun dalam waktu lama.
Stasiun Meteorologi Komodo menyampaikan 10 wilayah kecamatan di Manggarai Barat yang perlu mewaspadai dampak hujan lebat pada puncak musim penghujan yakni Komodo, Mbeliling, Boleng, Sano Nggoang, Lembor, Macang Pacar, Pacar, Welak, Kuwus Barat, dan Ndoso.
Hujan lebat berisiko menimbulkan banjir dan tanah longsor serta dapat menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian warga.
"Warga yang melakukan perjalanan juga harus berhati-hati karena kendaraan akan sulit dikendarai dalam kondisi hujan lebat," kata Sti.
Dia mengimbau warga untuk memantau siaran informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelum melakukan aktivitas, termasuk melakukan perjalanan melalui jalur darat maupun laut.
"Karena kalau ada hujan lebat bisa disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Ini perlu diwaspadai," katanya.
Baca juga: BMKG bangun markas terpadu di NTT perkuat mitigasi bencana
Baca juga: Waspadai sembilan daerah di NTT berstatus siaga hujan lebat
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag Manggarai memperkuat kepercayaan konsumen lewat sertifikasi halal
02 February 2026 19:40 WIB
Gubernur NTT bersama tokoh agama dan adat berdoa di lokasi kecelakaan kapal
31 December 2025 16:32 WIB
Tim SAR gabungan makin memperluas pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo
31 December 2025 6:38 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB