
Gubernur NTT bersama tokoh agama dan adat berdoa di lokasi kecelakaan kapal

Labuan Bajo (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena bersama para tokoh agama dan tokoh adat melakukan doa bersama di lokasi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
"Tentu kami juga membantu dengan melakukan dengan kearifan lokal dan hal yang bisa kita bantu di luar yang sudah dilakukan oleh para tim penyelamat atau tim yang mencari korban dalam beberapa hari ini," katanya di Labuan Bajo, Rabu.
Ia menyampaikan hal tersebut usai doa bersama dengan para tokoh agama dan prosesi adat guna mendukung pencarian terhadap tiga warga negara asing (WNA) berkebangsaan Spanyol yang masih dinyatakan hilang atas insiden kecelakaan kapal KM Putri Sakinah pada Jumat (26/12) lalu.
Sebelumnya, kapal semi pinisi KM Putri Sakinah dalam insiden kecelakaan laut mengangkut sebanyak 11 orang penumpang, yang terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda kapal.

Tim SAR gabungan pada hari kejadian berhasil mengevakuasi sebanyak tujuh dari total 11 penumpang. Para korban selamat di antaranya empat orang ABK termasuk nakhoda kapal, dua wisatawan, dan seorang pemandu wisata.
Tim SAR gabungan selanjutnya pada Senin (29/12) menemukan seorang korban lainnya dalam keadaan meninggal dunia.
Gubernur NTT menjelaskan kehadiran dirinya dalam doa dan operasi SAR bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, TNI-Polri dan BMKG merupakan bentuk kehadiran pemerintah menyikapi insiden kecelakaan kapal tersebut.
"Tentu NTT yang penuh dan kearifan lokal ini juga kami dukung dengan cara demikian, mendukung langkah-langkah yang sudah baik selama beberapa hari ini untuk pencarian, agar kita dipermudah, dilapangkan, dimudahkan untuk segera menemukan lokasi kapal dan korban, sehingga evakuasi ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," ungkapnya.
Ia juga mendorong agar pencarian yang telah memasuki hari keenam itu dapat berjalan dengan lancar hingga menemukan para korban.
"Kami upayakan hari ini hingga esok mudah-mudahan bisa ditemukan, memenuhi harapan baik keluarga korban, ibu Andrea dan keluarga serta tentunya masyarakat luas di Indonesia maupun masyarakat internasional khususnya dari Spanyol," katanya.
Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektoral yang berkolaborasi mendukung pelaksanaan operasi SAR tersebut.
"Kita semua berusaha maksimal," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Maumere Fathur Rahman menyatakan pencarian para korban dilakukan hingga maksimal tujuh hari.
"Pencarian kami lakukan dengan melaksanakan penyelaman dengan hasil nantinya akan disampaikan setelah selesai hari ini," katanya.
Pewarta : Gecio Viana
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
