Kupang (ANTARA News NTT) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang Orson G Nawa mengatakan sebanyak 1.000 nelayan di wilayah kerjanya sudah mengikuti program perlindungan asuransi.
"Sudah 1.000 nelayan mendapat program perlindungan asuransi, dan mereka berhak mendapat asuransi jika mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas mencari ikan di laut," kata Orson kepada Antara di Kupang, Kamis (3/1).
Ia mengatakan manfaat kartu nelayan sangat besar dalam memberikan perlindungan asuransi kepada para nelayan, sehingga pihaknya terus mendorong nelayan Kota Kupang agar menjadi peserta asuransi nelayan.
Menurut Orson, ada sekitar 4.000 nelayan di Kota Kupang yang belum mengikuti program perlindungan asuransi, sehingga pihaknya terus mendorong mereka agar masuk dalam program perlindungan tersebut.
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada semua kelompok nelayan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini agar ikut serta dalam program perlindungan asuransi tersebut," katanya.
Sebab, kartu nelayan tersebut sudah bisa dicetak sendiri oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kupang guna memudahkan pemerintah dalam melakukan pembinaan dan menyalurkan bantuan kepada nelayan pesisir.
Orson mengatakan nelayan yang mengikuti program asuransi nelayan merupakan nelayan usia produktif antara 25 sampai 45 tahun.
"Kami terus mengajak para nelayan di kota ini untuk ikut program perlindungan asuransi tersebut, karena sangat bermanfaat bagi mereka dan keluarga," demikian Orson G Nawa.
Baca juga: Pemerintah dorong nelayan ikut asuransi
Baca juga: Nelayan Kota Kupang merasakan manfaat program asuransi
1.000 nelayan Kupang ikut program perlindungan asuransi
Kamis, 3 Januari 2019 11:44 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Orson G Nawa. (ANTARA Foto/dok).
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB