Pemerintah dorong nelayan budi daya ikan air tawar
Kamis, 3 Januari 2019 14:47 WIB
Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur berencana membudidayakan ikan kerapu di wilayah perairan mulut seribu Pulau Rote, gerbang terselatan Indonesia. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (ANTARA News NTT) - Pemerintah Kota Kupang terus mendorong para nelayan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini untuk mengembangkan usaha budi daya ikan air tawar selama cuaca ekstrem berlangsung.
"Kami terus mendorong para nelayan untuk mengembangkan usaha budi daya ikan air tawar ketika cuaca ekstrem melanda ibu kota provinsi, sebagai usaha alternatif agar tetap memperoleh pendapatan selama tidak melaut," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang Orson Nawa ketika ditemui Antara di Kupang, Kamis (3/1).
Ia mengatakan nelayan di Kota Kupang kesulitan menangkap ikan di laut karena kondisi cuaca perairan teluk Kupang yang tidak stabil dan membahayakan keselamatan nelayan akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
Untuk itu, kata Orson, sebagai solusi agar para nelayan tetap memperoleh pendapatan, perlu mengembangan usaha budi daya ikan air tawar agar pasokan ikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di kota ini.
"Program bantuan benih ikan air tawar sudah kami lakukan sehingga kelompok nelayan di Kota Kupang tetap memiliki pendapatan saat cuaca buruk melanda daerah ini," katanya.
Ia mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah Kota Kupang berupa bantuan benih ikan lele, ikan bandeng, dan ikan nila, bagi kelompok nelayan dan warga Kota Kupang yang bukan berprofesi sebagai nelayan.
Baca juga: Mulut Seribu lokasi sempurna untuk budidaya ikan
Menurut dia, ada sekitar 2.000 kelompok usaha yang mengembangkan usaha ikan air tawar di ibu kota provinsi NTT itu.
"Sudah tiga tahun kami mulai mendorong warga Kota Kupang mengembangkan usaha budi daya ikan air tawar dan setiap tahun kelompok usaha mendapat bantuan benih ikan dari pemerintah," ujar Orson.
Ia menambahkan hasil usaha budi daya ikan dilakukan 2.000 kelompok usaha itu untuk memenuhi kebutukan pasar lokal di Kota Kupang yang semakin meningkat.
"Usaha ikan air tawar ini sangat menjanjikan karena kebutuhannya semakin meningkat," demikian Orson Nawa.
Baca juga: Harga ikan di pasaran Kupang masih stabil
Baca juga: 20.000 benih ikan untuk Kota Kupang
"Kami terus mendorong para nelayan untuk mengembangkan usaha budi daya ikan air tawar ketika cuaca ekstrem melanda ibu kota provinsi, sebagai usaha alternatif agar tetap memperoleh pendapatan selama tidak melaut," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang Orson Nawa ketika ditemui Antara di Kupang, Kamis (3/1).
Ia mengatakan nelayan di Kota Kupang kesulitan menangkap ikan di laut karena kondisi cuaca perairan teluk Kupang yang tidak stabil dan membahayakan keselamatan nelayan akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
Untuk itu, kata Orson, sebagai solusi agar para nelayan tetap memperoleh pendapatan, perlu mengembangan usaha budi daya ikan air tawar agar pasokan ikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di kota ini.
"Program bantuan benih ikan air tawar sudah kami lakukan sehingga kelompok nelayan di Kota Kupang tetap memiliki pendapatan saat cuaca buruk melanda daerah ini," katanya.
Ia mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah Kota Kupang berupa bantuan benih ikan lele, ikan bandeng, dan ikan nila, bagi kelompok nelayan dan warga Kota Kupang yang bukan berprofesi sebagai nelayan.
Baca juga: Mulut Seribu lokasi sempurna untuk budidaya ikan
Menurut dia, ada sekitar 2.000 kelompok usaha yang mengembangkan usaha ikan air tawar di ibu kota provinsi NTT itu.
"Sudah tiga tahun kami mulai mendorong warga Kota Kupang mengembangkan usaha budi daya ikan air tawar dan setiap tahun kelompok usaha mendapat bantuan benih ikan dari pemerintah," ujar Orson.
Ia menambahkan hasil usaha budi daya ikan dilakukan 2.000 kelompok usaha itu untuk memenuhi kebutukan pasar lokal di Kota Kupang yang semakin meningkat.
"Usaha ikan air tawar ini sangat menjanjikan karena kebutuhannya semakin meningkat," demikian Orson Nawa.
Baca juga: Harga ikan di pasaran Kupang masih stabil
Baca juga: 20.000 benih ikan untuk Kota Kupang
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyidik polisi : Pelaku bom ikan di Sikka terancam hukuman lima tahun penjara
20 January 2026 14:01 WIB
Tim SAR: Pemuda yang jatuh ke air terjun di Manggarai Barat ditemukan meninggal
20 March 2025 3:12 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
DJPb NTT mendorong UMKM lokal naik kelas melalui bazar dan akses permodalan
06 February 2026 17:21 WIB
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus impor barang di Ditjen Bea Cukai
06 February 2026 7:11 WIB