Pelayanan di Puskesmas Naikliu Kabupaten Kupang terhenti akibat dampak banjir
Rabu, 1 Maret 2023 12:47 WIB
Kondisi genangan air banjir di halaman Puskesmas Naikliu Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/3/2023). (FOTO ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kupang)
Kupang (ANTARA) - Pelayanan kesehatan yang berlangsung di Puskesmas Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur terhenti karena ruangan puskesmas terendam air banjir setelah daerah itu dilanda hujan lebat selama dua hari terakhir.
"Hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Kupang mengakibatkan terjadi banjir di sejumlah wilayah termasuk di Kecamatan Amfoang Utara hingga merendam bangunan pelayanan medis di Puskesmas Naikliu," kata Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang Elfrid V Saneh di Kupang, Rabu, (1/3/2023).
Ia mengatakan hujan lebat yang berlangsung selama dua hari di wilayah Kecamatan Amfoang Utara mengakibatkan sejumlah kali meluap hingga air banjir merendam sejumlah rumah warga termasuk fasilitas kesehatan.
Menurut dia genangan air banjir dalam kompleks Puskesmas Naikliu merendam ruangan pelayanan medis bagi masyarakat sehingga aktifitas pelayanan kesehatan terhenti.
'Genangan air yang begitu banyak sehingga para petugas medis tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan karena harus membersihkan genangan air yang merendam sejumlah fasilitas dalam Puskesmas Naikliu," katanya.
Menurut dia sudah dua hari kegiatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Naikliu tidak bisa dilakukan karena kondisi ruangan Puskesmas terendam air banjir.
Ia menambahkan terjadinya genangan air di Puskesmas Naikliu juga karena saluran drainase di Puskesmas Naiklliu tidak berfungsi secara baik sehingga air tidak bisa mengalir menuju selokan.
Menurut dia genangan air dalam bangunan Puskesmas Naikliu sangat banyak dan mengenangi berbagai ruangan dalam Puskesmas dan tidak bisa mengalir ke selokan akibat drainase yang kurang memadai.
"Kami berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam mendesain pembangunan Puskesmas juga untuk memperhatikan secara serius saluran drainase agar tidak terjadi banjir saat curah hujan tinggi seperti saat ini," demikian Elfrid V Saneh.
Baca juga: Akses antarkecamatan di Pulau Adonara terputus akibat banjir
Baca juga: Ayah dan anak di Ende hilang terseret banjir
"Hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Kupang mengakibatkan terjadi banjir di sejumlah wilayah termasuk di Kecamatan Amfoang Utara hingga merendam bangunan pelayanan medis di Puskesmas Naikliu," kata Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang Elfrid V Saneh di Kupang, Rabu, (1/3/2023).
Ia mengatakan hujan lebat yang berlangsung selama dua hari di wilayah Kecamatan Amfoang Utara mengakibatkan sejumlah kali meluap hingga air banjir merendam sejumlah rumah warga termasuk fasilitas kesehatan.
Menurut dia genangan air banjir dalam kompleks Puskesmas Naikliu merendam ruangan pelayanan medis bagi masyarakat sehingga aktifitas pelayanan kesehatan terhenti.
'Genangan air yang begitu banyak sehingga para petugas medis tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan karena harus membersihkan genangan air yang merendam sejumlah fasilitas dalam Puskesmas Naikliu," katanya.
Menurut dia sudah dua hari kegiatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Naikliu tidak bisa dilakukan karena kondisi ruangan Puskesmas terendam air banjir.
Ia menambahkan terjadinya genangan air di Puskesmas Naikliu juga karena saluran drainase di Puskesmas Naiklliu tidak berfungsi secara baik sehingga air tidak bisa mengalir menuju selokan.
Menurut dia genangan air dalam bangunan Puskesmas Naikliu sangat banyak dan mengenangi berbagai ruangan dalam Puskesmas dan tidak bisa mengalir ke selokan akibat drainase yang kurang memadai.
"Kami berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam mendesain pembangunan Puskesmas juga untuk memperhatikan secara serius saluran drainase agar tidak terjadi banjir saat curah hujan tinggi seperti saat ini," demikian Elfrid V Saneh.
Baca juga: Akses antarkecamatan di Pulau Adonara terputus akibat banjir
Baca juga: Ayah dan anak di Ende hilang terseret banjir
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pram-Rano mengakui belum bisa mengatasi banjir, macet dan kemiskinan di DKI
20 February 2026 21:05 WIB
BMKG mengimbau warga pesisir NTT waspadai potensi rob pada 5-7 Februari 2026
05 February 2026 11:29 WIB
AHY: Kebutuhan anggaran pemulihan bencana di Pulau Sumatera di atas Rp50 triliun
09 December 2025 14:19 WIB