
Christian Widodo ajak warga rawat harmoni lewat Nyepi

Harmoni itu bukan berarti sama, tetapi seimbang.
Kupang, NTT (ANTARA) - Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyebut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 sebagai momentum untuk merawat harmoni dan toleransi antarumat beragama di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
“Semoga melalui perayaan Nyepi ini umat Hindu di Kota Kupang diberkahi kedamaian, kebahagiaan, keseimbangan, dan juga kebijaksanaan serta terus menjadi bagian dari harmoni keberagaman yang ada di Kota Kupang,” katanya di Kupang, NTT, Kamis.
Ia menyoroti makna keheningan dalam perayaan Nyepi yang akan dijalani umat Hindu sebagai ruang refleksi yang penting untuk berhenti sejenak dan melihat kembali perjalanan hidup.
“Kalau hidup kita tidak pernah berhenti, tidak pernah memberi jeda, kita bisa ‘hang’ atau macet seperti handphone yang tidak pernah dimatikan. Keheningan itu penting agar hidup kita kembali bermakna,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh umat Hindu, khususnya Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, panitia, serta semua pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan Nyepi tahun ini.
Baca juga: DPD RI meminta seluruh kepala daerah kreatif penuhi gaji PPPK paruh waktu
Baca juga: Wali Kota New York cabut sejumlah perintah eksekutif yang dukung Israel
“Iman tidak hanya hadir dalam doa, tetapi juga dalam perbuatan, persaudaraan, dan solidaritas. Apa yang dilakukan PHDI, dari donor darah, berbagi takjil, hingga pawai ogoh-ogoh, adalah wujud nyata dari iman yang hidup dalam tindakan,” ujarnya.
Melalui tema Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, Christian menekankan makna penting dari kata harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harmoni itu bukan berarti sama, tetapi seimbang. Kita tidak perlu menyeragamkan semua orang, tetapi bagaimana perbedaan itu bisa berpadu menjadi keindahan, seperti nada dalam lagu dan warna dalam lukisan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan prestasi Kota Kupang yang masuk 10 besar Indeks Kota Toleran serta penghargaan sebagai Kota Damai dan Inklusif menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Adapun rangkaian kegiatan Nyepi tahun ini meliputi donor darah, berbagi takjil dan buka puasa bersama, upacara Melasti, hingga puncaknya Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh yang menampilkan empat ogoh-ogoh.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
