BP2MI Kupang fasilitasi pemulangan dua PMI meninggal di Malaysia
Rabu, 15 Maret 2023 11:16 WIB
Dua jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Flores Timur, NTT, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Malaysia, tiba di Bandara El Tari, Kota Kupang, Rabu (15/3/2023). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kupang memfasilitasi pemulangan dua jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Malaysia.
"Pemulangan jenazah dua PMI kami fasilitasi melalui petugas kami yang akan mengantar sampai ke kampung halaman di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur," kata Kepala BP2MI Kupang Siwa di Kupang, Rabu, (15/3/2023).
Kedua PMI bernama Bukhari Tokan (50) dan Rosida Lipat Mangan (45) meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di daerah Papar, Kota Kinabalu, Malaysia, pada Minggu (5/3).
Keduanya diketahui merupakan PMI asal Desa Lamablawa, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Ia menjelaskan, jenazah kedua PMI tiba di Kota Kupang Rabu pagi sekitar pukul 06.00 Wita, melalui penerbangan dari Bandara Soekaro-Hatta menuju Bandara El Tari.
BP2MI Kupang memfasilitasi penjemputan jenazah dengan mengerahkan dua mobil jenazah dan petugas untuk bersama-sama pihak keluarga menjemput jenazah di Bandara El Tari dan diantar ke tempat persemayaman sementara di rumah sanak keluarga di Kota Kupang.
Selanjutnya mobil jenazah dan petugas akan membawa jenazah menuju Pelabuhan Tenau Kupang untuk perjalanan pemulangan jenazah melalui jalur laut.
Jenazah akan dibawa menggunakan kapal Pelni dari Pelabuhan Tenau Kota Kupang menuju Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, kemudian dilanjutkan dengan penyeberangan kapal menuju Pulau Adonara.
"Petugas BP2MI Kupang akan mengantar jenazah sampai ke rumah untuk diserahkan ke pihak keluarga di kampung halaman mereka," katanya.
Baca juga: BP2MI ingatkan warga NTT bekerja di luar negeri melalui jalur legal
Baca juga: Warga NTT gotong jenazah PMI melewati jalur longsor
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BP2MI Kupang fasilitasi pemulangan dua PMI meninggal akibat kecelakaan
"Pemulangan jenazah dua PMI kami fasilitasi melalui petugas kami yang akan mengantar sampai ke kampung halaman di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur," kata Kepala BP2MI Kupang Siwa di Kupang, Rabu, (15/3/2023).
Kedua PMI bernama Bukhari Tokan (50) dan Rosida Lipat Mangan (45) meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di daerah Papar, Kota Kinabalu, Malaysia, pada Minggu (5/3).
Keduanya diketahui merupakan PMI asal Desa Lamablawa, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Ia menjelaskan, jenazah kedua PMI tiba di Kota Kupang Rabu pagi sekitar pukul 06.00 Wita, melalui penerbangan dari Bandara Soekaro-Hatta menuju Bandara El Tari.
BP2MI Kupang memfasilitasi penjemputan jenazah dengan mengerahkan dua mobil jenazah dan petugas untuk bersama-sama pihak keluarga menjemput jenazah di Bandara El Tari dan diantar ke tempat persemayaman sementara di rumah sanak keluarga di Kota Kupang.
Selanjutnya mobil jenazah dan petugas akan membawa jenazah menuju Pelabuhan Tenau Kupang untuk perjalanan pemulangan jenazah melalui jalur laut.
Jenazah akan dibawa menggunakan kapal Pelni dari Pelabuhan Tenau Kota Kupang menuju Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, kemudian dilanjutkan dengan penyeberangan kapal menuju Pulau Adonara.
"Petugas BP2MI Kupang akan mengantar jenazah sampai ke rumah untuk diserahkan ke pihak keluarga di kampung halaman mereka," katanya.
Baca juga: BP2MI ingatkan warga NTT bekerja di luar negeri melalui jalur legal
Baca juga: Warga NTT gotong jenazah PMI melewati jalur longsor
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BP2MI Kupang fasilitasi pemulangan dua PMI meninggal akibat kecelakaan
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Sebanyak 391 calon haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan ke Tanah Suci
22 April 2026 6:59 WIB
MBG telah menjangkau 27 ribu SPPG dengan serapan anggaran capai Rp60 triliun
20 April 2026 14:00 WIB