Presiden Ukraina persilakan China cari solusi diplomatik
Kamis, 27 April 2023 9:36 WIB
Foto dokumen menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan). (Xinhua)
Beijing (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik upaya China mencari solusi diplomatik untuk mengatasi krisis Ukraina.
Dia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh China kepada negaranya, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri China yang mengutip hasil percakapan telepon antara Zelenskyy dengan Presiden China Xi Jinping, Rabu (26/4).
Menurut Zelenskyy, China telah berperan penting dalam merestorasi perdamaian atas konflik Ukraina-Rusia yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun.
Dia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Xi, China akan berhasil mengatasi berbagai tantangan dan akan terus maju.
Pihak Ukraina, lanjut dia, berkomitmen mengakui Satu China dan berharap bisa meningkatkan hubungan bilateral dengan China.
Seperti diberitakan sebelumnya, Xi Jinping menegaskan bahwa China tidak menciptakan krisis di Ukraina dan tidak menjadi bagian dari krisis itu sendiri.
"Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China tidak hanya duduk manis atau turut menyiram bensin ke bara api," katanya.
Xi akhirnya bersedia membuka komunikasi dengan Zelenskyy sebagai jawaban atas pertanyaan sejumlah negara yang berharap agar China terlibat aktif dalam mengatasi krisis Ukraina.
Selama ini China dianggap sebagai negara yang mendukung dan membela invasi militer Rusia ke Ukraina.
Beijing juga dituduh mengabaikan permohonan Zelenskyy untuk bertemu Xi Jinping.
Baca juga: Rakyat Rusia-Ukraina harus berjuang mengembalikan perdamaian, kata pemimpin Gereja Ortodoks
Baca juga: Mencegah Ukraina bergabung ke NATO masih menjadi tujuan utama konflik, menurut Rusia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelenskyy persilakan China cari solusi diplomatik
Dia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh China kepada negaranya, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri China yang mengutip hasil percakapan telepon antara Zelenskyy dengan Presiden China Xi Jinping, Rabu (26/4).
Menurut Zelenskyy, China telah berperan penting dalam merestorasi perdamaian atas konflik Ukraina-Rusia yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun.
Dia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Xi, China akan berhasil mengatasi berbagai tantangan dan akan terus maju.
Pihak Ukraina, lanjut dia, berkomitmen mengakui Satu China dan berharap bisa meningkatkan hubungan bilateral dengan China.
Seperti diberitakan sebelumnya, Xi Jinping menegaskan bahwa China tidak menciptakan krisis di Ukraina dan tidak menjadi bagian dari krisis itu sendiri.
"Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China tidak hanya duduk manis atau turut menyiram bensin ke bara api," katanya.
Xi akhirnya bersedia membuka komunikasi dengan Zelenskyy sebagai jawaban atas pertanyaan sejumlah negara yang berharap agar China terlibat aktif dalam mengatasi krisis Ukraina.
Selama ini China dianggap sebagai negara yang mendukung dan membela invasi militer Rusia ke Ukraina.
Beijing juga dituduh mengabaikan permohonan Zelenskyy untuk bertemu Xi Jinping.
Baca juga: Rakyat Rusia-Ukraina harus berjuang mengembalikan perdamaian, kata pemimpin Gereja Ortodoks
Baca juga: Mencegah Ukraina bergabung ke NATO masih menjadi tujuan utama konflik, menurut Rusia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelenskyy persilakan China cari solusi diplomatik
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zelenskyy sebut gelombang pertama tank dari AS sudah tiba di Ukraina
26 September 2023 11:25 WIB, 2023
Presiden Jokowi sampaikan dukungan upaya perdamaian Ukraina kepada Zelenskyy
21 May 2023 12:41 WIB, 2023
Artikel - Komunikasi Xi-Zelenskyy beri secercah optimisme untuk perdamaian
29 April 2023 12:00 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB