Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan desa dan satu kelurahan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak bencana alam angin puting beliung yang melanda daerah itu.

"Berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD terdapat tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya yang terdampak bencana alam angin puting beliung pada Sabtu (29/4) lalu. Bencana ini juga menyebabkan empat orang warga meninggal dunia dan empat orang luka-luka. Korban luka-luka saat ini sudah sembuh," kata Kepala BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya Samuel Boro ketika dihubungi dari Kupang, Jumat, (5/5/2023).

Ia menyebutkan desa dan kelurahan di Kecamatan Kodi yang terdampak bencana alam angin puting beliung, yaitu Desa Ate Dalo, Desa Tanjung Karoso, Desa Wura Homba, dan Kelurahan Homba Rande.

Menurut dia, bencana alam angin puting beliung yang terjadi saat terjadi hujan lebat itu juga merusak 32 rumah penduduk, terdiri atas 21 rumah rusak berat, lima unit rumah penduduk rusak sedang dan enam unit rumah rusak ringan.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya telah membangun posko guna memudahkan pemerintah dalam mendistribusikan bantuan tanggap darurat bagi para korban bencana di empat wilayah itu.

Dia menambahkan wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya di Pulau Sumba itu termasuk daerah yang rawan terhadap bencana alam angin puting beliung.

"Daerah yang terdampak itu termasuk daerah rawan bencana alam, baik angin kencang maupun puting beliung," kata Samuel Boro.

Dia berharap masyarakat di daerah itu selalu waspada saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

"Apabila terjadi angin kencang maupun puting beliung agar mencari tempat aman untuk berlindung, sehingga tidak tertimpa bahan bangunan rumah yang lepas akibat terjangan angin kencang," kata Samuel Boro.


Baca juga: BPBD distribusi bantuan korban bencana puting beliung di SBD

Baca juga: BPBD NTT : Empat warga SBD meninggal akibat puting beliung

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024