Keanggotan Ukraina tak ada dalam agenda, menurut Sekjen NATO
Kamis, 25 Mei 2023 15:00 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menghadiri konferensi pers sebelum pertemuan para menteri luar negeri NATO di Brussels, Belgia, 3 April 2023. (ANTARA/REUTERS/Johanna Geron/as.)
Jenewa (ANTARA) - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Rabu mengatakan keanggotaan Ukraina di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di tengah-tengah perang, "tidak ada dalam agenda."
Pernyataan Stoltenberg muncul selama Forum Brussels yang diorganisir oleh Dana Marshall Amerika Serikat di Jerman.
Ia mengingatkan komitmen tahun lalu di Madrid bahwa Ukraina akan menjadi anggota aliansi tersebut, seraya menambahkan bahwa keputusan itu pertama dibuat pada 2008.
"Tugas yang paling mendesak dan penting saat ini adalah memastikan Ukraina menang sebagai negara merdeka berdaulat," kata dia.
"Karena Ukraina belum menang, jadi tidak ada isu keanggotaan untuk dibahas," tekan Stoltenberg.
Ketika ditanya apakah perang Rusia membuat Ukraina lebih mudah menjadi anggota NATO dari sebelum 24 Februari 2022, ketua NATO tersebut menjawab: "Ya dan Tidak."
"Saya pikir semua orang menyadari bahwa untuk menjadi anggota di tengah peperangan bukanlah menjadi agenda. Dan bukan itu masalahnya. Permasalahan itu lebih kepada apa yang akan terjadi saat perang berakhir, bagaimanapun caranya," lanjut dia.
Tentu saja, perang memastikan Ukraina menjadi lebih dekat dengan aliansi itu, tambah dia.
Stoltenberg berharap negara-negara anggota akan menyetujui saat konferensi tingkat tinggi Vilnius yang akan datang atas program multi tahun NATO untuk membantu transisi Ukraina dari doktrin dan standar era Soviet menjadi doktrin dan standar NATO.
"Ini terdengar sedikit teknis, namun ini sangat penting," tutup dia.
Lithuania akan menjadi tuan rumah KTT NATO di Vilnius pada 11-12 Juli 2023.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Mencegah Ukraina bergabung ke NATO masih menjadi tujuan utama konflik, menurut Rusia
Baca juga: Parlemen Finlandia setuju bergabung dengan NATO
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sekjen NATO sebut keanggotan Ukraina tidak ada dalam agenda
Pernyataan Stoltenberg muncul selama Forum Brussels yang diorganisir oleh Dana Marshall Amerika Serikat di Jerman.
Ia mengingatkan komitmen tahun lalu di Madrid bahwa Ukraina akan menjadi anggota aliansi tersebut, seraya menambahkan bahwa keputusan itu pertama dibuat pada 2008.
"Tugas yang paling mendesak dan penting saat ini adalah memastikan Ukraina menang sebagai negara merdeka berdaulat," kata dia.
"Karena Ukraina belum menang, jadi tidak ada isu keanggotaan untuk dibahas," tekan Stoltenberg.
Ketika ditanya apakah perang Rusia membuat Ukraina lebih mudah menjadi anggota NATO dari sebelum 24 Februari 2022, ketua NATO tersebut menjawab: "Ya dan Tidak."
"Saya pikir semua orang menyadari bahwa untuk menjadi anggota di tengah peperangan bukanlah menjadi agenda. Dan bukan itu masalahnya. Permasalahan itu lebih kepada apa yang akan terjadi saat perang berakhir, bagaimanapun caranya," lanjut dia.
Tentu saja, perang memastikan Ukraina menjadi lebih dekat dengan aliansi itu, tambah dia.
Stoltenberg berharap negara-negara anggota akan menyetujui saat konferensi tingkat tinggi Vilnius yang akan datang atas program multi tahun NATO untuk membantu transisi Ukraina dari doktrin dan standar era Soviet menjadi doktrin dan standar NATO.
"Ini terdengar sedikit teknis, namun ini sangat penting," tutup dia.
Lithuania akan menjadi tuan rumah KTT NATO di Vilnius pada 11-12 Juli 2023.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Mencegah Ukraina bergabung ke NATO masih menjadi tujuan utama konflik, menurut Rusia
Baca juga: Parlemen Finlandia setuju bergabung dengan NATO
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sekjen NATO sebut keanggotan Ukraina tidak ada dalam agenda
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kanselir Jerman bilang perang Rusia-Ukraina penyebab pesawat Azerbaijan jatuh
31 December 2024 11:56 WIB, 2024
Paus Fransiskus bilang serangan Israel di Gaza sebagai 'kekejaman luar biasa'
23 December 2024 11:56 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Empat negara di kawasan teluk dihantam rudal dan drone imbas konflik regional
26 March 2026 20:37 WIB