Laiskodat: Saya titip NTT pada Penjabat Gubernur
Mantan Gubernur NTT Viktor Laiskodat (kiri) bersama Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake bersama ibu (tengah) dan Mantan Wagub NTT Yoseph Nae Soi (kanan) berjalan memasuki acara pisah sambut di Kupang, Jumat, (8/9/2023). (ANTARA/Bernadus Tokan)
"Saya menitipkan Provinsi NTT pada Penjabat Gubernur. Saya meyakini yang memimpin NTT memiliki pengetahuan dan jaringan yang luas," kata Viktor Laiskodat pada acara pisah sambut di Kupang, Jumat, (8/9/2023).
Dia mengatakan tantangan terbesar dalam membangun NTT adalah ego sektoral yang tinggi, karena itu harus terus didorong agar berpikir inklusif dan melepaskan kepentingan masing-masing.
"NTT merupakan provinsi yang kaya dan hebat, tetapi kita masih kerja sendiri-sendiri. Karena itu, penting sekali untuk membangun kerja yang kolaboratif," kata Laiskodat.
Dia mengharapkan agar PJ Gubernur fokus mengerjakan program-program pembangunan yang strategis meskipun sedikit, tetapi dikerjakan secara optimal.
"Sebagai senior saya menaruh harapan kepada PJ Gubernur untuk fokus pada 1 atau 2 program saja yang terpenting dikerjakan secara optimal, mengingat waktu yang dikerjakan relatif pendek," katanya.
Viktor mengatakan di akhir kepemimpinannya, Presiden RI Joko Widodo memberi penghargaan atas prestasi dari pemerintahannya dalam menekan inflasi dan menjadikan Bank NTT sebagai bank devisa.
Dia menambahkan meskipun pemerintahannya meninggalkan utang Rp1,3 trilun untuk pembangunan infranstruktur, tetapi telah ditebus dengan dana penghargaan yang diberikan Presiden RI atas prestasi pemerintahannya menekan inflasi.
Baca juga: Paguyuban Lamaholot dukung Ayodhia Kalake sebagai Penjabat Gubernur NTT
Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 Josef Adrianus Nae Soi dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat NTT atas kekurangan selama kepemimpinannya bersama Viktor Laiskodat.
"Banyak hal belum dilakukan, kami harus jujur tetapi, itu bukanlah suatu alasan untuk membenarkannya, badai Covid-19 dan seroja pada 2021 silam telah mengganggu percepatan pembangunan di NTT," kata Nae Soi.
Baca juga: Pengamat sebut tugas penjabat Gubernur NTT cukup berat
Nae Soi mengatakan dirinya akan kembali ke tempat kerjanya yang semula di lingkup Kementerian Hukum dan HAM dan akan terus berupaya untuk pembangunan NTT meskipun tidak lagi menjabat sebagai wakil gubernur.
Pewarta : Hendrikus Darto/Maria Mercis Tame Meka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
KPK umumkan penjadwalan ulang Gubernur Jatim Khofifah sebagai saksi dalam persidangan
10 February 2026 13:43 WIB
KPK menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi Gubernur Jambi Al Haris
09 February 2026 15:10 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Sidang kode etik Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik akan digelar Kamis depan
16 February 2026 7:42 WIB
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB