Seorang nelayan dilaporkan hilang saat memancing
Jumat, 25 Januari 2019 22:28 WIB
Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian terhadap seorang nelayan di Rote Ndao yang dilaporkan hilang saat sedang memancing di wilayah perairan setempat. (ANTARA Foto/Basarnas)
Kupang (ANTARA News NTT) - Purnama (50), salah seorang warga Desa Batutua di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur dilaporkan hilang saat sedang memancing di wilayah perairan setempat.
Staf Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang Teddy ketika dikonfirmasi di Kupang, Jumat (25/1) malam, membenarkannya dan mengatakan bahwa Purnama pergi memancing sejak Kamis (24/1)., namun sampai sekarang juga belum kembali.
Teddy mengatakan bahwa sejumlah personel SAR Kupang sudah diturunkan untuk mencari korban sejak Jumat (25/1) pagi, namun sampai sejauh ini belum ada laporan yang masuk terkait dengan upaya pencarian tersebut.
Ia mengatakan keluraganya juga sempat menelponnya berulang-ulang kali, namun tidak ada jawaban dari Purnama. Saat dihubungi lagi, ponselnya malah non aktif, sehingga keluarganya langsung melaporkan ke SAR Kupang untuk meminta bantuan pencarian.
Menurur informasi, Purnama berlayar seorang diri dengan menggunakan perahu motornya dari Pantai Batutu menuju pesisir Lole di wilayah Kecamatan Lobalain, Pulau Rote di gerbang selatan Indonesia itu..
Pantai Batutua berhadapan langsung dengan lautan Hindia yang menurut ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempunyai gelombang yang tinggi berkisar dari 4-5 meter.
Baca juga: Nelayan Indonesia akhirnya dibebaskan Pengadilan Timor Leste
Baca juga: 6.500 nelayan Kabupaten Kupang belum ikut asuransi
Staf Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang Teddy ketika dikonfirmasi di Kupang, Jumat (25/1) malam, membenarkannya dan mengatakan bahwa Purnama pergi memancing sejak Kamis (24/1)., namun sampai sekarang juga belum kembali.
Teddy mengatakan bahwa sejumlah personel SAR Kupang sudah diturunkan untuk mencari korban sejak Jumat (25/1) pagi, namun sampai sejauh ini belum ada laporan yang masuk terkait dengan upaya pencarian tersebut.
Ia mengatakan keluraganya juga sempat menelponnya berulang-ulang kali, namun tidak ada jawaban dari Purnama. Saat dihubungi lagi, ponselnya malah non aktif, sehingga keluarganya langsung melaporkan ke SAR Kupang untuk meminta bantuan pencarian.
Menurur informasi, Purnama berlayar seorang diri dengan menggunakan perahu motornya dari Pantai Batutu menuju pesisir Lole di wilayah Kecamatan Lobalain, Pulau Rote di gerbang selatan Indonesia itu..
Pantai Batutua berhadapan langsung dengan lautan Hindia yang menurut ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempunyai gelombang yang tinggi berkisar dari 4-5 meter.
Baca juga: Nelayan Indonesia akhirnya dibebaskan Pengadilan Timor Leste
Baca juga: 6.500 nelayan Kabupaten Kupang belum ikut asuransi
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter pada 24-27 November di NTT
24 November 2025 12:17 WIB
BMKG mengimbau nelayan-pelaku wisata Labuan Bajo waspada awan Cumulonimbus
10 November 2025 17:39 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB