Kabupaten/kota di NTT siapkan 100 ton beras untuk antisipasi rawan pangan
Minggu, 22 Oktober 2023 1:00 WIB
Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosef Rasi (ANTARA/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan setiap kabupaten/kota di daerah itu telah memiliki beras bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dapat dimanfaatkan membantu warga yang mengalami kekurangan pangan sebagai dampak kekeringan.
"Apabila terjadi kekurangan pangan yang dialami warga sebagai dampak kekeringan maka pemerintah kabupaten/kota di NTT bis menggunakan bantuan pangan CBP yang telah dialokasikan 100 ton," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosef Rasi saat dihubungi di Kupang, Sabtu, (21/10/2023).
Ia mengatakan hal itu terkait antisipasi pemerintah NTT dalam menghadapi terjadinya kekurangan pangan di masyarakat sebagai dampak kekeringan akibat El Nino.
Menurut dia setiap kabupaten/kota sudah memiliki beras bantuan pangan cadangan beras pemerintah masing-masing 100 ton yang menjadi kewenangan bupati dan wali kota untuk digunakan dalam membantu warga yang terdampak bencana kekeringan.
"Pemerintah kabupaten/kota agar menggunakan beras itu untuk membantu warga, tidak harus menunggu bantuan pemerintah Provinsi NTT, namun apabila mengalami kekurangan maka mengusulkan bantuan ke pemerintah Provinsi NTT," kata Yosef Rasi.
Dia mengatakan pemerintah NTT memberikan bantuan setelah pemerintah kabupaten/kota menetapkan status darurat bencana kekeringan dan diusulkan kepada penjabat Gubernur NTT.
Menurut dia usulan itu harus didukung dengan data-data yang lengkap sehingga memudahkan Pemerintah NTT dalam mengirimkan bantuan CBP yang menjadi kewenangan pemerintah NTT mencapai 200 ton.
"Dinas Sosial di kabupaten/kota agar berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melihat seberapa besar dampak kekeringan yang terjadi baik lahan yang tidak berfungsi maupun berapa banyak warga terdampak kekeringan yang mengalami kekurangan pangan," kata Yosef Rasi.
Baca juga: Bulog salurkan bantuan pangan bagi 16.140 warga Kota Kupang
Menurut dia pemerintah kabupaten/kota untuk tidak ragu dalam menggunakan 100 ton beras CBP sepanjang untuk kepentingan masyarakat yang mengalami bencana kekeringan.
Baca juga: Pemprov NTT distribusi 160 ton beras bantuan kemiskinan ekstrem
"Sepanjang untuk kepentingan masyarakat tidak ada masalah yang terpenting tidak digunakan untuk diri sendiri maka tentu salah, beras itu disiapkan untuk kepentingan masyarakat sehingga tidak boleh disimpan saat terjadi bencana harus dimanfaatkan bagi masyarakat," tambahnya.
"Apabila terjadi kekurangan pangan yang dialami warga sebagai dampak kekeringan maka pemerintah kabupaten/kota di NTT bis menggunakan bantuan pangan CBP yang telah dialokasikan 100 ton," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosef Rasi saat dihubungi di Kupang, Sabtu, (21/10/2023).
Ia mengatakan hal itu terkait antisipasi pemerintah NTT dalam menghadapi terjadinya kekurangan pangan di masyarakat sebagai dampak kekeringan akibat El Nino.
Menurut dia setiap kabupaten/kota sudah memiliki beras bantuan pangan cadangan beras pemerintah masing-masing 100 ton yang menjadi kewenangan bupati dan wali kota untuk digunakan dalam membantu warga yang terdampak bencana kekeringan.
"Pemerintah kabupaten/kota agar menggunakan beras itu untuk membantu warga, tidak harus menunggu bantuan pemerintah Provinsi NTT, namun apabila mengalami kekurangan maka mengusulkan bantuan ke pemerintah Provinsi NTT," kata Yosef Rasi.
Dia mengatakan pemerintah NTT memberikan bantuan setelah pemerintah kabupaten/kota menetapkan status darurat bencana kekeringan dan diusulkan kepada penjabat Gubernur NTT.
Menurut dia usulan itu harus didukung dengan data-data yang lengkap sehingga memudahkan Pemerintah NTT dalam mengirimkan bantuan CBP yang menjadi kewenangan pemerintah NTT mencapai 200 ton.
"Dinas Sosial di kabupaten/kota agar berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melihat seberapa besar dampak kekeringan yang terjadi baik lahan yang tidak berfungsi maupun berapa banyak warga terdampak kekeringan yang mengalami kekurangan pangan," kata Yosef Rasi.
Baca juga: Bulog salurkan bantuan pangan bagi 16.140 warga Kota Kupang
Menurut dia pemerintah kabupaten/kota untuk tidak ragu dalam menggunakan 100 ton beras CBP sepanjang untuk kepentingan masyarakat yang mengalami bencana kekeringan.
Baca juga: Pemprov NTT distribusi 160 ton beras bantuan kemiskinan ekstrem
"Sepanjang untuk kepentingan masyarakat tidak ada masalah yang terpenting tidak digunakan untuk diri sendiri maka tentu salah, beras itu disiapkan untuk kepentingan masyarakat sehingga tidak boleh disimpan saat terjadi bencana harus dimanfaatkan bagi masyarakat," tambahnya.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina dan BPBD Kota Kupang latih pelajar di Kupang tanggap darurat bencana
02 February 2026 20:47 WIB
Menteri PU: Total indikasi anggaran penanganan bencana Sumatera mencapai Rp74 triliun
27 January 2026 15:45 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
MBG telah menjangkau 27 ribu SPPG dengan serapan anggaran capai Rp60 triliun
20 April 2026 14:00 WIB