Polri selamatkan 3.000 pekerja migran Indonesia dari TPPO
Rabu, 22 November 2023 11:20 WIB
Pembentukan Satgas Sindikat oleh BP2MI di Kota Kupang. ANTARA/Mega Tokan
Kupang (ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia(Polri) berhasil menyelamatkan 3.000 pekerja migran asal Indonesia dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Mereka diberangkatkan melalui jalur ilegal. Dan totalnya sudah 3.000 PMI,” kata Sekretariat Utama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Renardi di Kupang, Rabu, (22/11/2023).
Dia menjelaskan bahwa 3.000 PMI yang diselamatkan itu didapatkan setelah Kapolri Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai Ketua Harian Satgas TPPO oleh Presiden RI Joko Widodo pada 30 Mei lalu,
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kerja sama antara BP2MI dan Polri dalam mencegah semakin meningkatnya kasus TPPO di Indonesia.
Menurut dia, 3.000 pekerja migran yang diselamatkan itu berkat kerja semua pihak. Dan hal itu menunjukkan kolaborasi yang sudah berjalan dengan baik.
Selama ini, ujar dia, baik pemerintah pusat, daerah dan sejumlah elemen masyarakat dan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri, dan juga BP2MI terus berkolaborasi mencegah TPPO.
“Ini menunjukkan kolaborasi yang dijalankan berjalan dengan baik,” tambah dia.
Baca juga: Densus 88 dan BP2MI kolaborasi cegah radikalisme di kalangan PMI
Selain berhasil menyelamatkan 3.000 pekerja migran asal Indonesia, Polri juga ujar dia, selama Mei 2023 telah menangkap 1.000 tersangka kasus TPPO.
Baca juga: Artikel - Mengenal cara kerja sindikat online scamming TPPO
“Dalam waktu empat bulan saja sudah 1.000 orang tersangka yang ditangkap,” ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polri selamatkan 3.000 pekerja migran dari TPPO
“Mereka diberangkatkan melalui jalur ilegal. Dan totalnya sudah 3.000 PMI,” kata Sekretariat Utama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Renardi di Kupang, Rabu, (22/11/2023).
Dia menjelaskan bahwa 3.000 PMI yang diselamatkan itu didapatkan setelah Kapolri Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai Ketua Harian Satgas TPPO oleh Presiden RI Joko Widodo pada 30 Mei lalu,
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kerja sama antara BP2MI dan Polri dalam mencegah semakin meningkatnya kasus TPPO di Indonesia.
Menurut dia, 3.000 pekerja migran yang diselamatkan itu berkat kerja semua pihak. Dan hal itu menunjukkan kolaborasi yang sudah berjalan dengan baik.
Selama ini, ujar dia, baik pemerintah pusat, daerah dan sejumlah elemen masyarakat dan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri, dan juga BP2MI terus berkolaborasi mencegah TPPO.
“Ini menunjukkan kolaborasi yang dijalankan berjalan dengan baik,” tambah dia.
Baca juga: Densus 88 dan BP2MI kolaborasi cegah radikalisme di kalangan PMI
Selain berhasil menyelamatkan 3.000 pekerja migran asal Indonesia, Polri juga ujar dia, selama Mei 2023 telah menangkap 1.000 tersangka kasus TPPO.
Baca juga: Artikel - Mengenal cara kerja sindikat online scamming TPPO
“Dalam waktu empat bulan saja sudah 1.000 orang tersangka yang ditangkap,” ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polri selamatkan 3.000 pekerja migran dari TPPO
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kakanwil Kemenkumham NTT harapkan petugas Rudenim sering-sering ajak imigran bicara
12 July 2024 14:55 WIB, 2024
WNA Bangladesh dan Rohingya bayar Rp172 juta agar bisa lolos ke Australia
12 July 2024 6:45 WIB, 2024
Artikel - Kisah Ali nelayan NTT yang dituduh selundupkan 55 Imigran ke Australia
19 January 2024 14:53 WIB, 2024
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Polisi membenarkan ada dua laporan terhadap Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin
29 January 2026 10:42 WIB