Nelayan asal Rote yang hilang belum ditemukan
Selasa, 29 Januari 2019 17:18 WIB
Tim SAR Kupang masih terus melakukan pencarian terhadap Purnama (50), salah seorang nelayan asal Pulau Rote yang dilaporkan menghilang saat memancing pada pekan lalu.(ANTARA Foto/Basarnas Maumere).
Kupang (ANTARA News NTT) - Purnama (50), seorang nelayan asal Pulau Rote dari Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur yang dilaporkan hilang pekan lalu saat sedang memancing, sampai saat ini belum juga ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang Supriyanto Ridwan, saat dikonfirmasi di Kupang, Selasa (29/1), soal perkembangan pencarian nelayan itu menyatakan hingga saat ini masih nihil.
Purnama diketahui hilang saat sedang memancing di wilayah perairan setempat tepatnya di pesisir Lole di wilayah Kecamatan Lobalain, Pulau Rote di gerbang selatan Indonesia itu.
Pantai Batutua merupakan pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada saat itu gelombang lautnya berkisar antara 4-5 meter.
Supriyanto mengatakan pihaknya sudah mengirimkan sejumlah personel ke lokasi usai adanya laporan tersebut, namun pihaknya berhadapan dengan kondisi cuaca buruk sehingga membuat tim SAR Kupang kesulitan untuk mencari Purnama.
"Cuaca buruk serta gelombang tinggi dari dua sampai empat meter mengakibatkan personel kami kesulitan untuk mencari Purnama," ujar dia.
Supriyanto juga tidak bisa memastikan bahwa Purnama hilang diterjang gelombang atau tidak, sebab sampai saat ini tim masih terus melakukan upaya pencarian.
Baca juga: Seorang nelayan dilaporkan hilang saat memancing
Baca juga: Nelayan Indonesia akhirnya dibebaskan Pengadilan Timor Leste
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang Supriyanto Ridwan, saat dikonfirmasi di Kupang, Selasa (29/1), soal perkembangan pencarian nelayan itu menyatakan hingga saat ini masih nihil.
Purnama diketahui hilang saat sedang memancing di wilayah perairan setempat tepatnya di pesisir Lole di wilayah Kecamatan Lobalain, Pulau Rote di gerbang selatan Indonesia itu.
Pantai Batutua merupakan pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada saat itu gelombang lautnya berkisar antara 4-5 meter.
Supriyanto mengatakan pihaknya sudah mengirimkan sejumlah personel ke lokasi usai adanya laporan tersebut, namun pihaknya berhadapan dengan kondisi cuaca buruk sehingga membuat tim SAR Kupang kesulitan untuk mencari Purnama.
"Cuaca buruk serta gelombang tinggi dari dua sampai empat meter mengakibatkan personel kami kesulitan untuk mencari Purnama," ujar dia.
Supriyanto juga tidak bisa memastikan bahwa Purnama hilang diterjang gelombang atau tidak, sebab sampai saat ini tim masih terus melakukan upaya pencarian.
Baca juga: Seorang nelayan dilaporkan hilang saat memancing
Baca juga: Nelayan Indonesia akhirnya dibebaskan Pengadilan Timor Leste
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas: 6 korban kecelakaan pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan
22 January 2026 16:20 WIB
Sembilan unit SAR menyisir bukit curam Bulusaraung guna mencari korban ATR
20 January 2026 11:51 WIB
Tim SAR tutup operasi pencarian satu WNA Spanyol yang hilang tenggelam di Labuan Bajo
10 January 2026 5:43 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB