Jakarta (ANTARA) -
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis meningkat dipengaruhi data tenaga kerja Automatic Data Processing (ADP) Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari ekspektasi.
 
Rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp15.765 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.783 per dolar AS.
 
"ADP semalam menunjukkan penambahan pekerjaan yang lebih rendah, ekspektasi pasar ini juga bisa mempengaruhi NFP (Non-Farm Payroll) besok," analis mata uang Lukman Leong kepada ANTARA di Jakarta, Kamis, (1/2/2024).
 
Data ADP menunjukkan adanya 107 ribu pekerjaan, jauh di bawah perkiraan yang sebesar 145 ribu pekerjaan. Investor juga menantikan data manufaktur AS malam ini.
 
Selain itu, dari hasil Federal Open Market Committee (FOMC) AS tidak ada kejutan dari bank sentral AS atau The Fed yang seperti diperkirakan mensinyalkan tidak akan menurunkan suku bunga pada Maret 2024.
 
Sementara dalam negeri, kekhawatiran investor utamanya terhadap pemilihan presiden (pilpres) 2024 dan isu pengunduran diri menteri.
 
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis naik ke level Rp15.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.803 per dolar AS.
 
Baca juga: Rupiah anjlok menjadi Rp15.826 per dolar AS
Baca juga: Rupiah lesu di Rp15.648 akibat pemotongan FFR
Baca juga: Rupiah meningkat di tengah sinyal penurunan SB BI-Rate



 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah meningkat dipengaruhi data ADP AS lebih lemah dari ekspektasi

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024