Flores Timur terapkan jam malam di lokasi bencana erupsi Lewotobi
Sabtu, 10 Februari 2024 7:33 WIB
Sejumlah pelajar yang merupakan pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT mengikuti kegiaran belajar mengajar di salah satu gedung di lokasi pengungsian Kecamatan Wulanggitang. ANTARA/Mega Tokan
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur memberlakukan jam malam di desa-desa yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki untuk meningkatkan kewaspadaan warga jika terjadi erupsi susulan dengan intensitas tinggi.
Kepala Bagian Penanganan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur Petrus Pedo Maran dihubungi dari Kupang, Jumat, (9/2/202 mengatakan jam malam sejak Rabu (7/2) itu diberlakukan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terkait dengan kerawanan bencana alam.
“Lagi pula sebagian pengungsi sudah diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing sehingga jam malam ini diberlakukan,” katanya.
Masyarakat yang sudah pulang dari pengungsian ke rumah masing-masing, kata dia, diberikan edukasi tentang situasi kedaruratan melalui jajaran pemerintah kecamatan.
Dia menyebut saat ini hanya warga dari satu desa di Kecamatan Ilebura, yakni Klatanlo, yang belum diizinkan pulang ke rumah masing-masing karena desa tersebut jaraknya dekat dengan gunung itu.
Namun, katanya, kegiatan belajar mengajar untuk anak sekolah tetap dilaksanakan dengan sementara waktu memanfaatkan gedung milik koperasi di desa itu.
“Jadi ada kantor koperasi kredit yang bisa dimanfaatkan ruangannya. Untuk sementara di situ dulu sehingga proses belajar mengajar bisa dilaksanakan bagi anak-anak di desa itu,” ujar dia.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengizinkan sebagian pengungsi erupsi Gunung Lewotobi di Kecamatan Wulanggitang untuk pulang ke desa masing-masing, setelah keluar rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki.
“Berdasarkan rekomendasi dari Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki Herman Josef para pengungsi yang sudah mengungsi sejak 1 Januari 2024 sudah bisa kembali ke desanya masing-masing,” kata Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi .
Berdasarkan laporan, katanya, beberapa pengungsi berada di dua lokasi, seperti Desa Boru dan Desa Konga, sudah kembali ke rumah masing-masing setelah rekomendasi PPGA.
Selain itu, logistik dari BNPB untuk para pengungsi juga masih cukup sehingga para pengungsi tidak perlu khawatir untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Sebagian pengungsi erupsi Lewotobi diijinkan Pulang
Baca juga: Lewotobi lontarkan abu setinggi 1.500 meter
Baca juga: KPU Flores Timur siapkan skenario tps khusus di lokasi bencana Lewotobi
Baca juga: Gunung Lewotobi erupsi disertai luncuran awan panas
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Flores Timur terapkan jam malam di lokasi bencana erupsi
Kepala Bagian Penanganan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur Petrus Pedo Maran dihubungi dari Kupang, Jumat, (9/2/202 mengatakan jam malam sejak Rabu (7/2) itu diberlakukan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terkait dengan kerawanan bencana alam.
“Lagi pula sebagian pengungsi sudah diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing sehingga jam malam ini diberlakukan,” katanya.
Masyarakat yang sudah pulang dari pengungsian ke rumah masing-masing, kata dia, diberikan edukasi tentang situasi kedaruratan melalui jajaran pemerintah kecamatan.
Dia menyebut saat ini hanya warga dari satu desa di Kecamatan Ilebura, yakni Klatanlo, yang belum diizinkan pulang ke rumah masing-masing karena desa tersebut jaraknya dekat dengan gunung itu.
Namun, katanya, kegiatan belajar mengajar untuk anak sekolah tetap dilaksanakan dengan sementara waktu memanfaatkan gedung milik koperasi di desa itu.
“Jadi ada kantor koperasi kredit yang bisa dimanfaatkan ruangannya. Untuk sementara di situ dulu sehingga proses belajar mengajar bisa dilaksanakan bagi anak-anak di desa itu,” ujar dia.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengizinkan sebagian pengungsi erupsi Gunung Lewotobi di Kecamatan Wulanggitang untuk pulang ke desa masing-masing, setelah keluar rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki.
“Berdasarkan rekomendasi dari Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki Herman Josef para pengungsi yang sudah mengungsi sejak 1 Januari 2024 sudah bisa kembali ke desanya masing-masing,” kata Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi .
Berdasarkan laporan, katanya, beberapa pengungsi berada di dua lokasi, seperti Desa Boru dan Desa Konga, sudah kembali ke rumah masing-masing setelah rekomendasi PPGA.
Selain itu, logistik dari BNPB untuk para pengungsi juga masih cukup sehingga para pengungsi tidak perlu khawatir untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Sebagian pengungsi erupsi Lewotobi diijinkan Pulang
Baca juga: Lewotobi lontarkan abu setinggi 1.500 meter
Baca juga: KPU Flores Timur siapkan skenario tps khusus di lokasi bencana Lewotobi
Baca juga: Gunung Lewotobi erupsi disertai luncuran awan panas
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Flores Timur terapkan jam malam di lokasi bencana erupsi
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Geologi: Status Gunung Lewotobi Laki-laki turun dari level Awas ke Siaga
26 October 2025 19:30 WIB
Bandara Frans Seda Maumere tutup sementara akibat terdampak erupsi Lewotobi
09 October 2025 22:12 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki lontarkan abu setinggi 2000 meter pada Selasa dinihari
07 October 2025 9:00 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
MBG telah menjangkau 27 ribu SPPG dengan serapan anggaran capai Rp60 triliun
20 April 2026 14:00 WIB