Larantuka (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap Festival Bale Nagi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus bisa memberi dampak bagi masyarakat.

"Saya berharap event ini bisa berkontribusi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Sandiaga melalui tayangan video dalam acara pembukaan Festival Bale Nagi di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Selasa, (2/4/2023 malam.

Festival Bale Nagi merupakan salah satu festival di NTT yang lolos kurasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024.

Menparekraf Sandiaga memberikan apresiasi ke Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan semua pihak yang telah berkontribusi untuk terlaksananya Festival Bale Nagi 2024.

Ia berharap festival itu memberikan dampak nyata bagi peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT.

Menurut dia,  event ini tentunya diharapkan menggiatkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk semakin kreatif.

Tak hanya itu, produk-produk yang dihasilkan dalam festival ini diharapkan dapat dikemas dengan baik untuk menarik wisatawan.

"Juga membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya," ucapnya.

Sebagaimana tema besar Festival Bale Nagi 2024 yakni "Mari Torang Sesama Bua Bae Nagi Tana", Sandiaga berharap semua pihak bersama-sama membangun daerah menjadi lebih baik dan sukseskan festival itu.

"Selalu ingat dengan kampung halaman tercinta," kata Sandiaga.

Festival Bale Nagi 2024 berlangsung mulai tanggal 2 April hingga 6 April 2024.

Festival ini diisi dengan banyak acara seni dan budaya, karnaval, pameran ekonomi dan kreatif, workshop, dan berbagai mata acara lain.

Baca juga: Pemkab Flotim angkat kearifan lokal dalam Festival Bale Nagi

Baca juga: FP NTT kampanyekan teritorial baru wisata di wilayah timur

Baca juga: Manggarai jadikan budaya dan religi sebagai wisata unggulan







Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menparekraf: Festival Bale Nagi harus bermanfaat bagi masyarakat

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024