Eks PSK KD didorong ikut program pemberdayaan ekonomi
Senin, 11 Februari 2019 17:41 WIB
Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg Retnowati. (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA News NTT) - Dinas Sosial Kota Kupang mendorong eks pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi karang dempel (KD) untuk mengikuti program pemberdayaan setelah lokalisasi terbesar di provinsi berbasis kepulauan ini resmi ditutup pada 1 Januari 2019.
"Apabila di antara mereka ada yang tidak pulang dan ingin tinggal di Kota Kupang, kita arahkan untuk ikut program pemberdayaan ekonomi dari Kementerian Sosial," kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg Retnowati kepada wartawan di Kupang, Senin (11/2).
Retno menjelaskan hal itu terkait upaya pemerintah Kota Kupang dalam melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap PSK di Karang Dempel.
Ia mengatakan, program pemberdayaan untuk alih profesi bagi PSK di KD melalui pelatihan menjahit, pembuatan kue agar mampu berusaha secara mandiri tanpa harus terjun dalam dunia prostitusi.
Dinas sosial, menurut dia, menggandeng satu lembaga kesejahteraan sosial (LKS) untuk melakukan pendataan di KD terhadap PSK yang berminat alih profesi dengan mengikuti program pemberdayaan.
"Kami belum mengetahui secara persis berapa banyak PSK yang memilih program pemberdayaan karena belum dilakukan pendataan langsung di KD," tegasnya.
Baca juga: PSK eks Karang Dempel dipulangkan secara bertahap
Pemerintah, kata dia, akan memberikan pelatihan pemberdayaan terhadap para PSK sehingga menjadi mandiri dan meninggalkan profesinya sebagai PSK.
Retnowati mengatakan, sejak pemerintah Kota Kupang menutup lokalisasi KD di Kelurahan Alak, Kota Kupang mulai 1 Januari 2019 sejumlah PSK meninggalkan lokalisasi KD secara mandiri.
"Ada yang sudah pulang sendiri. Kami belum mengetahui secara persis jumlahnya karena LKS yang ditunjuk untuk melakukan pendampingan terhadap PSK belum mulai bekerja. Paling lambat pekan depan sudah mulai bekerja mendampingi para PSK setelah KD resmi ditutup," tegas Retnowati.
Ia mengatakan, proses pemulangan terhadap PSK yang memilih pulang dilakukan setelah proses pendataan dilakukan LKS selesai.
Pemerintah Kota Kupang, tambah Retno, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk biaya transportasi bagi pemulangan PSK lokalisasi KD.
Baca juga: Kemensos alokasikan Rp797,5 juta untuk pembinaan PSK
Baca juga: Pemkot Kupang bantu modal usaha bagi PSK
"Apabila di antara mereka ada yang tidak pulang dan ingin tinggal di Kota Kupang, kita arahkan untuk ikut program pemberdayaan ekonomi dari Kementerian Sosial," kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg Retnowati kepada wartawan di Kupang, Senin (11/2).
Retno menjelaskan hal itu terkait upaya pemerintah Kota Kupang dalam melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap PSK di Karang Dempel.
Ia mengatakan, program pemberdayaan untuk alih profesi bagi PSK di KD melalui pelatihan menjahit, pembuatan kue agar mampu berusaha secara mandiri tanpa harus terjun dalam dunia prostitusi.
Dinas sosial, menurut dia, menggandeng satu lembaga kesejahteraan sosial (LKS) untuk melakukan pendataan di KD terhadap PSK yang berminat alih profesi dengan mengikuti program pemberdayaan.
"Kami belum mengetahui secara persis berapa banyak PSK yang memilih program pemberdayaan karena belum dilakukan pendataan langsung di KD," tegasnya.
Baca juga: PSK eks Karang Dempel dipulangkan secara bertahap
Pemerintah, kata dia, akan memberikan pelatihan pemberdayaan terhadap para PSK sehingga menjadi mandiri dan meninggalkan profesinya sebagai PSK.
Retnowati mengatakan, sejak pemerintah Kota Kupang menutup lokalisasi KD di Kelurahan Alak, Kota Kupang mulai 1 Januari 2019 sejumlah PSK meninggalkan lokalisasi KD secara mandiri.
"Ada yang sudah pulang sendiri. Kami belum mengetahui secara persis jumlahnya karena LKS yang ditunjuk untuk melakukan pendampingan terhadap PSK belum mulai bekerja. Paling lambat pekan depan sudah mulai bekerja mendampingi para PSK setelah KD resmi ditutup," tegas Retnowati.
Ia mengatakan, proses pemulangan terhadap PSK yang memilih pulang dilakukan setelah proses pendataan dilakukan LKS selesai.
Pemerintah Kota Kupang, tambah Retno, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk biaya transportasi bagi pemulangan PSK lokalisasi KD.
Baca juga: Kemensos alokasikan Rp797,5 juta untuk pembinaan PSK
Baca juga: Pemkot Kupang bantu modal usaha bagi PSK
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menlu Retno bilang jangan sampai Indo-Pasifik menjadi medan perang berikutnya
14 July 2023 12:30 WIB, 2023
Menlu Retno sebut Indonesia ingin ASEAN Summit tetap penting dan relevan
26 April 2023 5:00 WIB, 2023
Menlu Retno dampingi Presiden Jokowi lakukan pengecekan akhir KTT ASEAN
25 April 2023 17:39 WIB, 2023
Menlu RI tawarkan tiga formula untuk wujudkan keamanan, stabilitas Indo-Pasifik
14 June 2022 10:43 WIB, 2022
Menlu Kanada temui Presiden Joko Widodo sampaikan dukungan Presidensi G20
11 April 2022 14:15 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan korban kapal wisata tenggelam di perairan Labuan Bajo
27 September 2026 17:19 WIB
Kemenko Pangan dan mitra menyalurkan Rp1,7 miliar kepada korban gempa NTT
25 September 2026 13:25 WIB
Baznas berkolaborasi dengan OKP pastikan bantuan bagi 1.000 mahasiswa NTT tepat sasaran
25 September 2026 13:09 WIB