Pemerintah AS bantah perpanjang amnesti untuk Nicolas Maduro
Selasa, 13 Agustus 2024 12:25 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro/HO-Anadolu/www.aa.com.tr
Washington (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat pada Senin, (12/8) membantah laporan yang menyatakan pihaknya memperpanjang tawaran amnesti kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai upaya membuatnya mundur dari kekuasaan di tengah kekacauan politik yang terjadi.
“Sejak pemilu 28 Juli, kami belum memberikan tawaran amnesti khusus kepada Maduro atau pihak lain,” kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan. “Yang bisa saya sampaikan adalah, sejak pemilu, kami belum memberikan tawaran seperti itu.”
Bantahan tersebut dikeluarkan menyusul laporan harian Wall Street Journal pada Minggu yang mengatakan pemerintahan Biden melakukan pembicaraan rahasia agar Maduro melepaskan kekuasaannya yang disebut sebagai “tawaran jangka panjang” yang mencakup melindungi presiden Venezuela dan para pejabat seniornya dari penuntutan, dan menjamin bahwa Washington tidak akan meminta ekstradisi mereka.
Namun Jean-Pierre tidak menjelaskan apakah tawaran tersebut diberikan menjelang pemilu 28 Juli.
Dewan Pemilihan Nasional Venezuela mengumumkan pada 29 Juli bahwa Presiden Nicolas Maduro telah mendapatkan masa jabatan ketiga dengan perolehan suara 51,2 persen, hasil yang ditolak oposisi, yang menyatakan bahwa hasil pemilu tersebut palsu.
Atas penolakan tersebut, pemimpin oposisi Maria Corina Machado mengajak warga berpartisipasi dalam protes massal pada 17 Agustus untuk menentang hasil pemilu.
Jean-Pierre mengatakan bahwa lebih dari 80 persen lembar penghitungan suara yang diterbitkan kelompok masyarakat sipil menguatkan klaim adanya penipuan "dan karena itu kami pikir Maduro harus mengakuinya."
Sementara itu, Departemen Pertahanan pada Maret 2020 mengumumkan dakwaan terhadap Maduro dan 14 pejabat senior pemerintahannya atas berbagai tuduhan, termasuk tuduhan bahwa Maduro bekerja sama dengan pemberontak FARC untuk "membanjiri" AS dengan kokain.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Petugas menahan 1.200 orang terkait unjuk rasa pilpres di Venezuela
Baca juga: Buntut hasil Pilpres, Polisi Venezuela bentrok dengan demonstran
Baca juga: Kata Presiden Maduro surat Vatikan sebagai "ringkasan kebencian"
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS bantah perpanjang amnesti untuk Maduro
“Sejak pemilu 28 Juli, kami belum memberikan tawaran amnesti khusus kepada Maduro atau pihak lain,” kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan. “Yang bisa saya sampaikan adalah, sejak pemilu, kami belum memberikan tawaran seperti itu.”
Bantahan tersebut dikeluarkan menyusul laporan harian Wall Street Journal pada Minggu yang mengatakan pemerintahan Biden melakukan pembicaraan rahasia agar Maduro melepaskan kekuasaannya yang disebut sebagai “tawaran jangka panjang” yang mencakup melindungi presiden Venezuela dan para pejabat seniornya dari penuntutan, dan menjamin bahwa Washington tidak akan meminta ekstradisi mereka.
Namun Jean-Pierre tidak menjelaskan apakah tawaran tersebut diberikan menjelang pemilu 28 Juli.
Dewan Pemilihan Nasional Venezuela mengumumkan pada 29 Juli bahwa Presiden Nicolas Maduro telah mendapatkan masa jabatan ketiga dengan perolehan suara 51,2 persen, hasil yang ditolak oposisi, yang menyatakan bahwa hasil pemilu tersebut palsu.
Atas penolakan tersebut, pemimpin oposisi Maria Corina Machado mengajak warga berpartisipasi dalam protes massal pada 17 Agustus untuk menentang hasil pemilu.
Jean-Pierre mengatakan bahwa lebih dari 80 persen lembar penghitungan suara yang diterbitkan kelompok masyarakat sipil menguatkan klaim adanya penipuan "dan karena itu kami pikir Maduro harus mengakuinya."
Sementara itu, Departemen Pertahanan pada Maret 2020 mengumumkan dakwaan terhadap Maduro dan 14 pejabat senior pemerintahannya atas berbagai tuduhan, termasuk tuduhan bahwa Maduro bekerja sama dengan pemberontak FARC untuk "membanjiri" AS dengan kokain.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Petugas menahan 1.200 orang terkait unjuk rasa pilpres di Venezuela
Baca juga: Buntut hasil Pilpres, Polisi Venezuela bentrok dengan demonstran
Baca juga: Kata Presiden Maduro surat Vatikan sebagai "ringkasan kebencian"
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS bantah perpanjang amnesti untuk Maduro
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
NATO menghentikan berbagi informasi intelijen dengan AS, imbas isu pencaplokan Greenland
20 January 2026 11:49 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB