Gunung Semeru beberapa kali erupsi
Senin, 23 Desember 2024 11:18 WIB
Gunung Semeru erupsi pada Senin (23/12/2024) pukul 07.58 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak. ANTARA/HO-PVMBG
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, beberapa kali erupsi dengan tinggi letusan 500 meter hingga 1 kilometer di atas puncak pada Senin pagi.
"Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Ghufron Alwi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin, (23/12).
Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 02.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 03.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," tuturnya.
Pada pukul 04.58 WIB, Semeru erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.
"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik," katanya.
Kemudian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 07.58 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 124 detik.
Ghufron menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.*
Baca juga: Petugas: Aktivitas Gunung Anak Ranakah masih waspada
Baca juga: Pemkab Flotim: Kerusakan lahan pertanian mencapai 869 ha akibat erupsi
"Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Ghufron Alwi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin, (23/12).
Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 02.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 03.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," tuturnya.
Pada pukul 04.58 WIB, Semeru erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.
"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik," katanya.
Kemudian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 07.58 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 124 detik.
Ghufron menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.*
Baca juga: Petugas: Aktivitas Gunung Anak Ranakah masih waspada
Baca juga: Pemkab Flotim: Kerusakan lahan pertanian mencapai 869 ha akibat erupsi
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Geologi: Status Gunung Lewotobi Laki-laki turun dari level Awas ke Siaga
26 October 2025 19:30 WIB
Bandara Frans Seda Maumere tutup sementara akibat terdampak erupsi Lewotobi
09 October 2025 22:12 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki lontarkan abu setinggi 2000 meter pada Selasa dinihari
07 October 2025 9:00 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BP Jamsostek menyerahkan santunan Rp1,7 miliar kepada ahli waris pesawat jatuh
10 March 2026 13:30 WIB