BPBD masih mendata dampak kerusakan akibat angin kencang
Senin, 11 Maret 2019 7:49 WIB
Pohon-pohon bertumbangan menutupi badan jalan di sejumlah lokasi dalam wilayah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, akibat angin kencang melanda wilayah tersebut, Minggu (10/3). (ANTARA Foto/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA News) - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur masih mendata kerusakan yang terjadi akibat angin kencang yang melanda Kota Kupang, Minggu (10/3).
"Kami belum bisa pastikan tentang berapa banyak rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat bencana ini, karena tim BPBD sedang melakukan pendataan di semua kelurahan yang terdampak bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ade Manafe saat dihubungi Antara di Kupang.
Kendati demikian, menurut dia, BPBD telah menerima 100 laporan mengenai kerusakan rumah warga akibat terjangan angin kencang di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Laporan yang masuk ke BPBD Kota Kupang untuk sementara sudah 100 laporan. Kami masih terus melakukan pendataan di lapangan," ujar Ade.
Selain itu, menurut dia, aparat BPBD serta TNI/Polri dan Taruna Siaga Bencana berupaya membersihkan batang-batang pohon yang tumbang dari jalan raya. "Banyak pohon tumbang dan menutup jalan raya sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan," kata Ade.
Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kota Kupang antara lain dilaporkan menyebabkan pepohonan tumbang serta merusak rumah warga dan bagian dari Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Baca juga: Angin puting beliung hancurkan sejumlah rumah di Kupang
Baca juga: BMKG: Waspadai hujan disertai angin kencang
"Kami belum bisa pastikan tentang berapa banyak rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat bencana ini, karena tim BPBD sedang melakukan pendataan di semua kelurahan yang terdampak bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ade Manafe saat dihubungi Antara di Kupang.
Kendati demikian, menurut dia, BPBD telah menerima 100 laporan mengenai kerusakan rumah warga akibat terjangan angin kencang di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Laporan yang masuk ke BPBD Kota Kupang untuk sementara sudah 100 laporan. Kami masih terus melakukan pendataan di lapangan," ujar Ade.
Selain itu, menurut dia, aparat BPBD serta TNI/Polri dan Taruna Siaga Bencana berupaya membersihkan batang-batang pohon yang tumbang dari jalan raya. "Banyak pohon tumbang dan menutup jalan raya sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan," kata Ade.
Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kota Kupang antara lain dilaporkan menyebabkan pepohonan tumbang serta merusak rumah warga dan bagian dari Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Baca juga: Angin puting beliung hancurkan sejumlah rumah di Kupang
Baca juga: BMKG: Waspadai hujan disertai angin kencang
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 16-19 Maret 2026
16 March 2026 10:15 WIB
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di NTT hingga 4 Februari 2026
02 February 2026 12:45 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov NTT menyediakan layanan feri gratis ke Larantuka untuk prosesi Semana Santa
29 March 2026 17:46 WIB