Logo Header Antaranews Kupang

Pemprov NTT menyediakan layanan feri gratis ke Larantuka untuk prosesi Semana Santa

Minggu, 29 Maret 2026 17:46 WIB
Image Print
Kapal feri di Pelabuhan Bolok Kupang, NTT. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyediakan layanan feri gratis bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, sebagai upaya memperlancar mobilitas umat sekaligus mendorong pertumbuhan wisata rohani nasional.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Kupang, Minggu, mengatakan fasilitas transportasi laut tersebut disediakan bagi warga dari daratan Timor, Kupang, dan sekitarnya dengan skema pulang-pergi selama rangkaian Pekan Suci berlangsung.

“Feri ini bisa digunakan masyarakat secara gratis untuk pergi dan pulang mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka,” katanya.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tradisi religius sekaligus memperkuat daya tarik Larantuka sebagai destinasi wisata rohani unggulan Indonesia.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menyiapkan feri gratis untuk memudahkan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan wisata rohani di Larantuka,” ujarnya.

Semana Santa di Larantuka merupakan tradisi Katolik yang telah berlangsung lebih dari 500 tahun dan dikenal luas hingga mancanegara.

Rangkaian prosesi dimulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah, dengan puncak kegiatan pada Kamis Putih dan Jumat Agung.

Biasanya sejak tiga hari menjelang Kamis Putih, peziarah serta wisatawan yang ingin menyaksikan prosesi Semana Santa sudah ramai di Kota Larantuka.

Prosesi sakral seperti arak-arakan Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus), serta ritual laut “Tuan Menino”, menjadi daya tarik utama yang memikat ribuan peziarah dan wisatawan setiap tahunnya.

Pemprov NTT menilai kemudahan akses transportasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisata religi, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha kecil di sektor jasa, kuliner dan penginapan.

Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan transportasi yang inklusif, pemerintah optimistis Semana Santa Larantuka tidak hanya menjadi pusat perayaan keagamaan, tetapi juga motor penggerak pariwisata rohani di kawasan timur Indonesia.

“Kami ingin memastikan tradisi ini tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Melki.

Sementara itu pantauan pewarta ANTARA di pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang, beberapa peziarah memilih menggunakan kapal ASDP yang masih berbayar.

"Kami memilih berangkat hari ini karena kalau pilih yang gratis pasti penuh peziarahnya," kata Maria peziarah dari Kupang.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026