Kata Menkominfo, Indonesia belum merdeka dalam urusan sinyal
Senin, 25 Maret 2019 12:27 WIB
Menkominfo Rudiantara diapit dua siswi saat tiba di SMA Negeri Detusoko, Ende, Flores, Senin, (25/3). (ANTARA Foto/Bernadus Tokan)
Ende (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, Indonesia belum merdeka dalam urusan sinyal untuk akses internet berkecepatan tinggi.
"Indonesia sudah merdeka 74 tahun, tetapi untuk urusan sinyal, Indonesia belum merdeka karena masyarakat yang berada di luar Pulau Jawa belum semuanya menikmati akses sinyal berkecepatan tinggi," kata Rudiantara di Detusoko, Ende, Senin (25/3).
Dia mengemukakan hal itu, pada acara sosialisasi Indonesia Merdeka Sinyal di SMA Negeri Detusoko, Desa Detusoko, Kecamatan Detusoko, sekitar 30 km arah barat Ende, ibu kota Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembangunan akses internet ke SMA Negeri Detusoko ini dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dengan PT Skyreach.
Bahkan masyarakat yang berada di wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) justeru membayar lebih mahal dari para pengguna internet di Pulau Jawa.
Menurut dia, mereka yang tinggal di Jakarta atau mereka yang sedang berada di Jakarta, bisa menikmati akses internet lebih cepat ketimbang di Papua dan di NTT.
Sementara masyarakat yang berada di Timur Indonesia, selain mendapat akses internet yang lebih lambat, tetapi justeru membayarnya lebih mahal.
"Ini menjadi sesuatu yang tidak fair karena semua rakyat bangsa ini memilik hak yang sama untuk menikmati akses internet dengan lebih baik," katanya.
"Karena itu, pemerintah terus berupaya agar layanan internet harus bisa menjangkau seluruh pelosok negeri kepulauan ini agar masyarakatnya bebas merdeka menggunakan internet," demikian Rudiantara.
Baca juga: Menkominfo sosialisasi pemanfaatan internet di Ende
Baca juga: Menkominfo: Masyarakat Tidak Fobia Gunakan Internet
"Indonesia sudah merdeka 74 tahun, tetapi untuk urusan sinyal, Indonesia belum merdeka karena masyarakat yang berada di luar Pulau Jawa belum semuanya menikmati akses sinyal berkecepatan tinggi," kata Rudiantara di Detusoko, Ende, Senin (25/3).
Dia mengemukakan hal itu, pada acara sosialisasi Indonesia Merdeka Sinyal di SMA Negeri Detusoko, Desa Detusoko, Kecamatan Detusoko, sekitar 30 km arah barat Ende, ibu kota Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembangunan akses internet ke SMA Negeri Detusoko ini dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dengan PT Skyreach.
Bahkan masyarakat yang berada di wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) justeru membayar lebih mahal dari para pengguna internet di Pulau Jawa.
Menurut dia, mereka yang tinggal di Jakarta atau mereka yang sedang berada di Jakarta, bisa menikmati akses internet lebih cepat ketimbang di Papua dan di NTT.
Sementara masyarakat yang berada di Timur Indonesia, selain mendapat akses internet yang lebih lambat, tetapi justeru membayarnya lebih mahal.
"Ini menjadi sesuatu yang tidak fair karena semua rakyat bangsa ini memilik hak yang sama untuk menikmati akses internet dengan lebih baik," katanya.
"Karena itu, pemerintah terus berupaya agar layanan internet harus bisa menjangkau seluruh pelosok negeri kepulauan ini agar masyarakatnya bebas merdeka menggunakan internet," demikian Rudiantara.
Baca juga: Menkominfo sosialisasi pemanfaatan internet di Ende
Baca juga: Menkominfo: Masyarakat Tidak Fobia Gunakan Internet
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Artikel - Menanti sepak terjang Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid
21 October 2024 11:41 WIB, 2024
Menkominfo bilang percepatan INA Digital penting pangkas praktik korupsi
04 September 2024 19:00 WIB, 2024
Menkominfo sebut provinsi baru di Papua diharapkan bawa kesejahteraan
05 August 2024 12:10 WIB, 2024
Menkominfo Budi Arie bilang penyerang PDN minta tebusan 8 juta dolar AS
24 June 2024 14:19 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB