Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka Program Beasiswa Garuda Sarjana (S1) Tahun 2026, sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global untuk mendukung pembangunan nasional.  

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Rabu menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah.  

"Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global," katanya.

Brian menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda bertujuan memilih talenta terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan kelas dunia serta mulai tahun 2026, pemerintah juga memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri.

Ia menekankan bahwa proses seleksi Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara objektif dan terbuka bagi seluruh peserta.  

"Kita juga akan memilih talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri," ujarnya.  

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani menyebutkan bahwa Beasiswa Garuda Sarjana merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, yang terintegrasi dalam ekosistem SMA Unggul Garuda.

Program ini telah dimulai sejak 2025 dan mendukung ratusan mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.

"Di tahun 2025 kami telah mendukung kurang lebih 416 penerima Beasiswa yang saat ini berkuliah di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia," ucapnya.

Memasuki tahun 2026, sistem seleksi Beasiswa Garuda Sarjana mengalami sejumlah penyesuaian. Dirjen Saintek menjelaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan agar program beasiswa lebih terukur dan selaras dengan arah kebijakan pemerintah.

Salah satu perubahan utama adalah penetapan tujuan studi berdasarkan peringkat program studi terbaik dunia, bukan lagi peringkat universitas secara umum.

Penyesuaian tersebut diarahkan untuk mendukung sepuluh bidang prioritas nasional, antara lain kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi industri, energi, hingga hukum dan kebijakan publik. Selain itu, pada seleksi tahun 2026 Letter of Acceptance (LoA) tidak lagi menjadi syarat utama.

Melalui Beasiswa Garuda Sarjana 2026, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi cendekiawan muda yang unggul secara akademik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

"Tahun ini sudah dipilih 100 ranking subject, jadi rankingnya berdasarkan kepada bidang studi atau prodi yang terbaik berdasarkan QS," tutur Najib Burhani.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Perkuat talenta unggul, Kemdiktisaintek buka Beasiswa Garuda Sarjana