Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan pembangunan lintasan lapangan terbang perintis di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, segera rampung dan ditargetkan dapat beroperasi pada Juni 2026.

“Bulan depan (Juni) kami targetkan sudah bisa beroperasi lintasan bandara TTU,” kata Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo saat diwawancarai di Kupang, Sabtu.

Hal itu ia sampaikan berkaitan dengan perkembangan pembangunan jalur lintasan bandara TTU yang dinilai dapat meningkatkan perekonomian di wilayah perbatasan TTU dan Timor Leste itu saat mulai beroperasi. 

Menurut dia, sebagai daerah perbatasan kehadiran Bandara Sasi sangat diperlukan mengingat berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Sejak awal, ujar dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, yakni Kementerian Perhubungan dan pihak Kemenhub telah menyetujuinya sehingga pembangunan dilakukan hingga saat ini.

“Kita tidak mau mendahului pemerintah. Jadi memang sudah sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian,” ujar dia.

Lebih lanjut kata dia bandara tersebut akan melayani penerbangan komersial perintis dengan panjang landasan pacu sekitar 700 meter.

“Untuk penerbangan perdana nanti, karena belum ada pesawat yang masuk, maka kita akan sewa pesawat,” ujar dia.

Dia mengatakan telah bekerja sama dengan maskapai penerbangan perintis yang selama ini telah beroperasi di Kupang ke sejumlah bandara di NTT.

Untuk manifes penerbangan ujar dia, akan dicatat saat pesawat tersebut mendarat pertama di Bandara Sasi.

“Jadi akan diabadikan dalam prasasti untuk penumpang pertama dan selamanya akan tertera di bandara itu," katanya menambahkan. 

Lebih lanjut kata dia, landasan pacu saat ini baru 700 meter, namun berpotensi untuk dikembangkan menjadi 800 meter agar bisa memungkinkan untuk maskapai penerbangan jenis Boeing.