BMKG Kupang ingatkan nelayan waspadai gelombang tinggi
Rabu, 19 Juni 2019 17:22 WIB
Forecaster atau peramal cuaca dari BMKG Stasiun El Tari Kupang, Tresnawati. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan jasa pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 3,5 meter di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam dua hari ke depan.
Dalam peringatan dini gelombang yang dikeluarkan BMKG, Rabu (19/6) menyebutkan, potensi gelombang setinggi 3,5 meter terjadi di Laut Sawu, Samudera Hindia Selatan NTT, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote dan laut Timor, Selatan NTT. Potensi gelombang setinggi 2,5-3.0 meter terjadi di perairan selatan Pulau Sumba serta Selat Sumba dan Selat Sape.
Forecaster (peramal cuaca) dari BMKG Stasiun El Tari Kupang, Nanik Tresnawati menjelaskan, potensi gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan laut NTT dipicu oleh perbedaan tekanan udara antara Australia dan Asia. Berdasarkan pantauan, saat ini tekanan di Australia berkisar 1029 mb dan tekanan di Asia berkisar 999 mb.
Perbedaan tekanan antara Australia-Asia yang signifikan inilah yang menyebabkan gradien tekanan yang rapat sehingga menimbulkan angin kencang. "Angin kencang meningkatkan tinggi gelombang di wilayah NTT karena posisinya yang berdekatan dengan wilayah Australia," katanya menjelaskan.
Mengenai bahaya, ia mengatakan, gelombang 2-3 meter berbahaya bagi perahu nelayan dan kapal Tongkong, dan 3-4 meter berbahaya bagi perahu nelayan, kapal tongkong, dan kapal ferry. Serta tinggi gelombang mencapai 4 meter membahayakan bagi semua kapal. Nelayan menerobos ombak saat hendak menyelamatkan perahu yang diparkir di tengah laut. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Dalam peringatan dini gelombang yang dikeluarkan BMKG, Rabu (19/6) menyebutkan, potensi gelombang setinggi 3,5 meter terjadi di Laut Sawu, Samudera Hindia Selatan NTT, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote dan laut Timor, Selatan NTT. Potensi gelombang setinggi 2,5-3.0 meter terjadi di perairan selatan Pulau Sumba serta Selat Sumba dan Selat Sape.
Forecaster (peramal cuaca) dari BMKG Stasiun El Tari Kupang, Nanik Tresnawati menjelaskan, potensi gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan laut NTT dipicu oleh perbedaan tekanan udara antara Australia dan Asia. Berdasarkan pantauan, saat ini tekanan di Australia berkisar 1029 mb dan tekanan di Asia berkisar 999 mb.
Perbedaan tekanan antara Australia-Asia yang signifikan inilah yang menyebabkan gradien tekanan yang rapat sehingga menimbulkan angin kencang. "Angin kencang meningkatkan tinggi gelombang di wilayah NTT karena posisinya yang berdekatan dengan wilayah Australia," katanya menjelaskan.
Mengenai bahaya, ia mengatakan, gelombang 2-3 meter berbahaya bagi perahu nelayan dan kapal Tongkong, dan 3-4 meter berbahaya bagi perahu nelayan, kapal tongkong, dan kapal ferry. Serta tinggi gelombang mencapai 4 meter membahayakan bagi semua kapal. Nelayan menerobos ombak saat hendak menyelamatkan perahu yang diparkir di tengah laut. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT
21 January 2026 11:55 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter hingga 14 Januari 2026 di perairan NTT
10 January 2026 16:24 WIB
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan NTT
02 January 2026 10:12 WIB
BMKG: Gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo akibat pengaruh bibit siklon 96S
28 December 2025 6:18 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di laut NTT hingga 2 Desember
29 November 2025 11:20 WIB
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter pada 24-27 November di NTT
24 November 2025 12:17 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
BMKG mengimbau warga pesisir NTT waspadai potensi rob pada 5-7 Februari 2026
05 February 2026 11:29 WIB
Kemenag Manggarai memperkuat kepercayaan konsumen lewat sertifikasi halal
02 February 2026 19:40 WIB