PLN NTT tingkatkan penjualan listrik kepada para pelanggan
Selasa, 25 Juni 2019 9:52 WIB
PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur menyalurkan listrik untuk salah satu pelanggan potensial dari kalangan industri Hotel Mohini di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores. (ANTARA FOTO/Dok.Humas PT PLN (Persero) Wilayah Provinsi NTT)
Kupang (ANTARA) - General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur Ignatius Rendroyoko mengemukakan pihaknya telah meningkatkan penjualan listrik kepada para pelanggan di provinsi setempat sebesar 10,4 persen pada triwulan pertama tahun 2019.
"Meningkatnya penjualan listrik pada triwulan pertama 2019 ini tidak terlepas dari upaya PLN memudahkan masyarakat mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi," kata Rendroyoko di Kupang, Selasa (25/6).
Ia mengatakan pada triwulan I-2019 pertumbuhan listrik memiliki kinerja yang cukup baik dengan peningkatan sebesar 22,3 giga watt hours (GWH). "Kami menargetkan penjualan listrik dalam tahun ini sebesar 970,83 GWH atau naik sekitar 43,41 GWH dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Rendroyoko mengatakan akan mengejar target penjualan tersebut dengan mengandalkan sektor-sektor potensial pengguna listrik terutama dari kalangan industri.
Meskipun dari sisi jumlah pelanggan sektor industi masih jauh lebih kecil sekitar 4,3 persen dibandingkan pelanggan rumah tangga yang sudah mendekati 59,6 persen.
"Kami andalkan sektor industi untuk target penjualan di 2019 ini meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit tapi mereka sebagai pengguna listrik terbesar," demikian Ignatius Rendroyoko.
Baca juga: Penyambungan listrik bagi warga miskin di NTT sebaiknya disubsidi Pemda
Baca juga: Bantuan listrik gratis untuk 11.000 rumah tangga berhasil dinyalakan
"Meningkatnya penjualan listrik pada triwulan pertama 2019 ini tidak terlepas dari upaya PLN memudahkan masyarakat mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi," kata Rendroyoko di Kupang, Selasa (25/6).
Ia mengatakan pada triwulan I-2019 pertumbuhan listrik memiliki kinerja yang cukup baik dengan peningkatan sebesar 22,3 giga watt hours (GWH). "Kami menargetkan penjualan listrik dalam tahun ini sebesar 970,83 GWH atau naik sekitar 43,41 GWH dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Rendroyoko mengatakan akan mengejar target penjualan tersebut dengan mengandalkan sektor-sektor potensial pengguna listrik terutama dari kalangan industri.
Meskipun dari sisi jumlah pelanggan sektor industi masih jauh lebih kecil sekitar 4,3 persen dibandingkan pelanggan rumah tangga yang sudah mendekati 59,6 persen.
"Kami andalkan sektor industi untuk target penjualan di 2019 ini meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit tapi mereka sebagai pengguna listrik terbesar," demikian Ignatius Rendroyoko.
Baca juga: Penyambungan listrik bagi warga miskin di NTT sebaiknya disubsidi Pemda
Baca juga: Bantuan listrik gratis untuk 11.000 rumah tangga berhasil dinyalakan
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemerintah tanggung PPN tiket pesawat ekonomi penerbangan domestik selama 60 hari
26 April 2026 18:12 WIB