Kupang (ANTARA) - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur Abed Frans mendorong adanya pengembangan kawasan wisata geopark di Kabupaten Lembata oleh pemerintah daerah setempat.

"Wisata geopark cocok dikembangkan di Lembata yang memiliki sejumlah gunung api yang aktif dan alamnya di sekitarnya yang indah," katanya kepada ANTARA di Kupang, Jumat (26/7).

Ia menjelaskan, Kabupaten Lembata memiliki tiga gunung api yang aktif di antaranya Gunung Batutara, Gunung Ile Lewotolok, dan Gunung Ile Werung dengan berbagai keunikannya.

Potensi alam di Lembata ini, lanjutnya, sangat cocok dikembangkan secara terintegrasi sebagai sebuah kawasan wisata geopark untuk menarik lebih banyak minta kunjungan wisatawan ke daerah setempat.

Menurut Abed, dari aspek segmentasi pasar, potensi pariwisata di Kabupaten Lembata banyak diminati wisatawan mancanegara terutama wisatawan overseas dari Italia.

"Artinya jika ke depan kawasan geopark dibentuk maka sasaran promosi kita sesuai dengan karakteristik minat wisatawan tersebut," katanya dan memberi apresiasi terhadap upaya Pemerintah Lembata yang telah memperkenalkan potensi wisata alamnya melalui kegiatan pariwisata tahunan berupa festival tiga gunung.

Pihaknya berharap, kegiatan festival tersebut juga sebagai pendorong untuk dikembangkan kawasan wisata geopark di kabupaten yang beradai di ujung timur Pulau Flores itu.

"Karena dengan adanya kawasan geopark maka penataannya akan lebih terintegrasi serta pembangunan pariwisata juga lebih masif dengan dukungan pemerintah Pusat," katanya.

Baca juga: Wabup Lembata apresiasi Pemprov NTT bangun wisata Lembata
Baca juga: Gempa Lembata dibangkitkan deformasi batuan

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024