Dinas Sosial Butuh Mobil Rescue
Rabu, 8 Maret 2017 18:38 WIB
Dinas Sosial Kabupaten Kupang merindukan mobil rescue untuk memobilisasi bantuan kemanusiaan ke daerah pedalaman yang sulit dijangkau.
Kupang (Antara NTT) - Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur membutuhkan mobil rescue guna mendukung mobilisasi penanganan darurat terhadap korban bencana alam di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau dengan kendaraan biasa.
Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kupang Benni Oematan di Oelamasi, Rabu, menjelaskan peristiwa bencana alam selama musim hujan ini terjadi di wilayah pedalaman yang letaknya perbatasan langsung dengan Distrik Oecusse di negara Timor Leste.
"Untuk menjangkau daerah bencana alam di wilayah perbatasan tersebut sangat sulit, karena medan jalannya sangat buruk sehingga tidak memungkinkan kendaraan pick up melintasinya," katanya.
Pada saat musim hujan, katanya, wilayah pedalaman di sekitar Amfoang menjadi terisolasi total karena tak ada satu kendaraan pun yang lewat akibat buruknya badan jalan serta banyaknya anak sungai yang meluap.
Oematan menjelaskan, pendistribusian bantuan tanggap darurat terhadap korban bencana alam sering terlambat karena terkendala angkutan.
"Dinas Sosial hanya memiliki satu mobil dobel gardan yang sering digunakan untuk penanganan bantuan darurat serta pengiriman bahan makanan yang sifatnya emergensi," ujarnya.
Dinas Sosial sering kewalahan dalam mendistribusikan bantuan jika bencana alam terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan, karena minimnya sarana angkutan.
Ia mengatakan, mobil dobel gardan pengadaan Pemerintah Kabupaten Kupang TA 2014 digunakan untuk mendistribusikan bantuan serta mengangkut anggota Tagana dalam penanganan darurat di lokasi bencana alam.
Dinas Sosial memiliki mobil dapur umum namun jika terjadi bencana alam di daerah pedalaman tidak digunakan karena terkendala jalan raya yang kurang memadai.
Hal senada dikatakan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Kupang Thinus Suharyadi dan kordinator Tagana, Julio Amaral bahwa mobil rescue dibutuhkan daerah ini untuk penanganan darurat bencana alam.
"Kita selalu berkoordinasi dengan BPBD dalam mendistribusikan bantuan menyebabkan bantuan terlambat diterima korban bencana alam," kata Suharyadi.
Ia mengharapkan kepada pemerintah pusat dapat mengalokasikan bantuan mobil rescue untuk mempermudah penanganan darurat korban bencana alam di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini.
Kepala Bidang Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kupang Benni Oematan di Oelamasi, Rabu, menjelaskan peristiwa bencana alam selama musim hujan ini terjadi di wilayah pedalaman yang letaknya perbatasan langsung dengan Distrik Oecusse di negara Timor Leste.
"Untuk menjangkau daerah bencana alam di wilayah perbatasan tersebut sangat sulit, karena medan jalannya sangat buruk sehingga tidak memungkinkan kendaraan pick up melintasinya," katanya.
Pada saat musim hujan, katanya, wilayah pedalaman di sekitar Amfoang menjadi terisolasi total karena tak ada satu kendaraan pun yang lewat akibat buruknya badan jalan serta banyaknya anak sungai yang meluap.
Oematan menjelaskan, pendistribusian bantuan tanggap darurat terhadap korban bencana alam sering terlambat karena terkendala angkutan.
"Dinas Sosial hanya memiliki satu mobil dobel gardan yang sering digunakan untuk penanganan bantuan darurat serta pengiriman bahan makanan yang sifatnya emergensi," ujarnya.
Dinas Sosial sering kewalahan dalam mendistribusikan bantuan jika bencana alam terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan, karena minimnya sarana angkutan.
Ia mengatakan, mobil dobel gardan pengadaan Pemerintah Kabupaten Kupang TA 2014 digunakan untuk mendistribusikan bantuan serta mengangkut anggota Tagana dalam penanganan darurat di lokasi bencana alam.
Dinas Sosial memiliki mobil dapur umum namun jika terjadi bencana alam di daerah pedalaman tidak digunakan karena terkendala jalan raya yang kurang memadai.
Hal senada dikatakan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Kupang Thinus Suharyadi dan kordinator Tagana, Julio Amaral bahwa mobil rescue dibutuhkan daerah ini untuk penanganan darurat bencana alam.
"Kita selalu berkoordinasi dengan BPBD dalam mendistribusikan bantuan menyebabkan bantuan terlambat diterima korban bencana alam," kata Suharyadi.
Ia mengharapkan kepada pemerintah pusat dapat mengalokasikan bantuan mobil rescue untuk mempermudah penanganan darurat korban bencana alam di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK: Para tersangka impor barang KW memakai lebih dari satu mobil operasional
28 February 2026 2:58 WIB
Anggota DPR: Impor 105.000 unit mobil dari India kontras dengan komitmen Prabowo
21 February 2026 22:33 WIB
KPK menggeledah rumah Kajari HSU Kalsel dan menyita mobil Pemda Tolitoli Sulteng
24 December 2025 12:28 WIB
KPK dalami pemberian uang dan mobil oleh Heri Gunawan terkait kasus CSR BI
21 October 2025 12:37 WIB