Kekerasan terhadap perempuan-anak di NTT masih tinggi
Kamis, 7 November 2019 10:09 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, memberikan keterangan kepada wartawan di Bandara El Tari Kupang, Rabu (6/11/2019), sebelum bertolak ke SoE, untuk melakukan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Timor Tengah Selatan itu.(ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
SoE, NTT (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengemukakan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi prioritasnya untuk dilakukan upaya penanganan.
"Ke depan masalah ini (kekerasan terhadap perempuan dan anak) di NTT tetap jadi prioritas kami untuk penanganan, karena kasusnya tergolong masih tinggi," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (6/11).
Menteri Bintang Puspayoga bersama sejumlah deputi dan rombongan Kementerian PPPA berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka kunjungan kerjanya yang pertama di Kabupaten Timor Tengah Selatan, sekitar 110 km timur dari Kupang. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, membubuhkan tanda tangan pada banner deklarasi sekolah ramah anak di sekolah Yayasan Anugerah SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (7/11/2019). (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda) Dia mengatakan, terkait masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT, pihaknya sudah melakukan pendataan terkait persoalan tersebut.
Kementerian PPPA, lanjut dia, memiliki tugas dan fungsi yang bersifat koordinatif terkait penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Tidak pada eksekusi, tapi karena itu permasalahan perempuan dan anak, kami tetap koordinasi dan sinergi dengan pemrintah daerah dan kementeria lembaga terkait," katanya.
Dia menambahkan, mudah-mudahan ke depan ada solusi yang terbaik, kita bisa mengentaskan atau menurunkan kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menari bersama para pelajar di sekolah Yayasan Anugerah SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (7/11/2019), yang dideklarasikan sebagai sekolah ramah anak. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
"Ke depan masalah ini (kekerasan terhadap perempuan dan anak) di NTT tetap jadi prioritas kami untuk penanganan, karena kasusnya tergolong masih tinggi," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (6/11).
Menteri Bintang Puspayoga bersama sejumlah deputi dan rombongan Kementerian PPPA berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka kunjungan kerjanya yang pertama di Kabupaten Timor Tengah Selatan, sekitar 110 km timur dari Kupang. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, membubuhkan tanda tangan pada banner deklarasi sekolah ramah anak di sekolah Yayasan Anugerah SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (7/11/2019). (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda) Dia mengatakan, terkait masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT, pihaknya sudah melakukan pendataan terkait persoalan tersebut.
Kementerian PPPA, lanjut dia, memiliki tugas dan fungsi yang bersifat koordinatif terkait penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Tidak pada eksekusi, tapi karena itu permasalahan perempuan dan anak, kami tetap koordinasi dan sinergi dengan pemrintah daerah dan kementeria lembaga terkait," katanya.
Dia menambahkan, mudah-mudahan ke depan ada solusi yang terbaik, kita bisa mengentaskan atau menurunkan kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menari bersama para pelajar di sekolah Yayasan Anugerah SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (7/11/2019), yang dideklarasikan sebagai sekolah ramah anak. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB
KemenPPPA : Judi daring telah menjadi ancaman serius bagi keluarga & masa depan anak
23 December 2025 3:11 WIB
Kasus penculikan anak marak, Menteri PPPA minta peningkatan pengawasan anak
17 November 2025 16:10 WIB
Menteri PPPA: Kasus kekerasan seksual harus diselesaikan di pengadilan, bukan perdamaian
21 October 2025 12:06 WIB
MenPPPA sampaikan duka mendalam meninggalnya anak akibat perundungan antarpelajar
08 October 2025 12:23 WIB
Kemen PPA: Program tiga juta rumah harus jadi hunian aman bagi perempuan-anak
27 April 2025 16:51 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB