BPS targetkan 23 persen penduduk NTT di sensus secara daring
Kamis, 5 Desember 2019 15:38 WIB
Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS NTT, Desmon Sinurat, memaparkan materi dalam kegiatan Sosialisasi SP 2020 dan Workshop Wartawan Menuju Satu Data Indonesia, di Kupang, Kamis. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan sebanyak 23 persen penduduk di provinsi kepulauan ini melakukan Sensus Penduduk (SP) 2020 melalui sistem dalam jaringan (daring).
"Dari jumlah penduduk NTT saat ini yang tercatat mencapai sekitar 5,4 juta orang kami targetkan 23 persen yang bisa sensus secara online," kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS NTT Desmon Sinurat, dalam kegiatan Sosialisasi SP 2020 dan Workshop Wartawan Menuju Satu Data Indonesia, di Kupang, Kamis (5/12).
Ia mengatakan SP 2020 mendatang akan dilakukan dengan metode kombinasi dengan menggabungkan metode tradisional melalui wawancara langsung atau face to face dengan warga dan metode daring menggunakan teknologi berbasis aplikasi.
Ia menjelaskan, metode SP yang akan dilakukan lebih dahulu yakni dengan sistem daring akan digelar pada 15 Februari-31 Maret 2020. Sedang, metode tradisional dilakukan pada 1-31 Juli 2020.
Desmon mengakui, penerapan metode daring belum bisa dilakukan untuk seluruh wilayah NTT karena dukungan infrastruktur terutama akses internet yang belum merata hingga ke berbagai daerah pelosok.
Baca juga: BPS NTT mulai sosialisasi kegiatan SP-2020
"Karena itu sasaran kami SP online ini untuk wilayah perkotaan seperti di para pegawai di perkantoran, penduduk kota, maupun warga desa-desa yang sudah lancar dengan akses internet terutama juga kalangan muda," katanya.
Desmon mengatakan, kesadaran dan antusias masyarakat menjadi aspek penentu utama untuk mewujudkan target SP secara daring ini.
Untuk itu, lanjut dia, pihak akan secara gencar terus melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun melalui dukungan berbagai media massa dan mitra lainnya di daerah setempat.
Menurut dia, jika tidak banyak penduduk yang bisa melakukan sensus secara daring maka tetap akan di sensus melalui metode tradisional dengan mendatangi setiap rumah untuk wawancara secara langsung.
"Prinsip utama dalam SP ini tidak ada penduduk yang tidak terdata sehingga petugas akan door to door untuk mendapatkan data kependudukan yang akurat dan komprehensif dalam upaya mewujudkan satu data Indonesia," katanya.
Kegiatan sosialisasi dan workshop ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai instansi pemerintahan serta insan pers dari media cetak, elektronik, dan media daring di Kota Kupang.
Baca juga: BPS NTT; Mari kita sukseskan SP 2020
"Dari jumlah penduduk NTT saat ini yang tercatat mencapai sekitar 5,4 juta orang kami targetkan 23 persen yang bisa sensus secara online," kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS NTT Desmon Sinurat, dalam kegiatan Sosialisasi SP 2020 dan Workshop Wartawan Menuju Satu Data Indonesia, di Kupang, Kamis (5/12).
Ia mengatakan SP 2020 mendatang akan dilakukan dengan metode kombinasi dengan menggabungkan metode tradisional melalui wawancara langsung atau face to face dengan warga dan metode daring menggunakan teknologi berbasis aplikasi.
Ia menjelaskan, metode SP yang akan dilakukan lebih dahulu yakni dengan sistem daring akan digelar pada 15 Februari-31 Maret 2020. Sedang, metode tradisional dilakukan pada 1-31 Juli 2020.
Desmon mengakui, penerapan metode daring belum bisa dilakukan untuk seluruh wilayah NTT karena dukungan infrastruktur terutama akses internet yang belum merata hingga ke berbagai daerah pelosok.
Baca juga: BPS NTT mulai sosialisasi kegiatan SP-2020
"Karena itu sasaran kami SP online ini untuk wilayah perkotaan seperti di para pegawai di perkantoran, penduduk kota, maupun warga desa-desa yang sudah lancar dengan akses internet terutama juga kalangan muda," katanya.
Desmon mengatakan, kesadaran dan antusias masyarakat menjadi aspek penentu utama untuk mewujudkan target SP secara daring ini.
Untuk itu, lanjut dia, pihak akan secara gencar terus melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun melalui dukungan berbagai media massa dan mitra lainnya di daerah setempat.
Menurut dia, jika tidak banyak penduduk yang bisa melakukan sensus secara daring maka tetap akan di sensus melalui metode tradisional dengan mendatangi setiap rumah untuk wawancara secara langsung.
"Prinsip utama dalam SP ini tidak ada penduduk yang tidak terdata sehingga petugas akan door to door untuk mendapatkan data kependudukan yang akurat dan komprehensif dalam upaya mewujudkan satu data Indonesia," katanya.
Kegiatan sosialisasi dan workshop ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai instansi pemerintahan serta insan pers dari media cetak, elektronik, dan media daring di Kota Kupang.
Baca juga: BPS NTT; Mari kita sukseskan SP 2020
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB