DBD mulai mengincar Kota Kupang, dua warga meninggal
Jumat, 20 Desember 2019 7:40 WIB
Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore (kiri) saat melakukan pertemuan dengan wartawan di Kupang, Kamis (19/12/2019). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Dua warga Kota Kupang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat masa pancaroba.
"Sudah dua warga Kota Kupang yang meninggal akibat serangan penyakit DBD setelah daerah ini masuk musim pancaroba," kata Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore dalam jumpa pers dengan wartawan di Kupang, Kamis (19/12).
Ia mengatakan, dua orang yang meninggal akibat demam berdarah itu merupakan pasien yang masih berusia anak-anak.
Salah satu penderita DBD yang meninggal merupakan anak dari seorang tenaga medis di kota ini. Kami tentu sangat menyesalkan adanya peristiwa itu," katanya dalam jumpa pers yang dihadiri pula Direktris RSUD SK Lerik Kota Kupang dr Marsiana Halek.
Baca juga: Dinas Kesehatan temukan 10 kasus DBD di Kota Kupang
Baca juga: Warga Kota Kupang diminta waspada terhadap DBD dan diare
Wali Kota Kupang mengatakan pemerintahannya akan terus mendorong masyarakat di kota ini untuk terus melakukan upaya pencegahan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M plus.
3M plus yang dimaksud adalah menguras tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum serta mengubur atau mendaur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Sedangkan plus-nya adalah menabur bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit untuk dibersihkan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.
Jefrison mengatakan dalam mengatasi kasus demam berdarah ini dibutuhkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebar maut.
Baca juga: Surat edaran waspadai DBD di Kota Kupang
"Sudah dua warga Kota Kupang yang meninggal akibat serangan penyakit DBD setelah daerah ini masuk musim pancaroba," kata Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore dalam jumpa pers dengan wartawan di Kupang, Kamis (19/12).
Ia mengatakan, dua orang yang meninggal akibat demam berdarah itu merupakan pasien yang masih berusia anak-anak.
Salah satu penderita DBD yang meninggal merupakan anak dari seorang tenaga medis di kota ini. Kami tentu sangat menyesalkan adanya peristiwa itu," katanya dalam jumpa pers yang dihadiri pula Direktris RSUD SK Lerik Kota Kupang dr Marsiana Halek.
Baca juga: Dinas Kesehatan temukan 10 kasus DBD di Kota Kupang
Baca juga: Warga Kota Kupang diminta waspada terhadap DBD dan diare
Wali Kota Kupang mengatakan pemerintahannya akan terus mendorong masyarakat di kota ini untuk terus melakukan upaya pencegahan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M plus.
3M plus yang dimaksud adalah menguras tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum serta mengubur atau mendaur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Sedangkan plus-nya adalah menabur bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit untuk dibersihkan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.
Jefrison mengatakan dalam mengatasi kasus demam berdarah ini dibutuhkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebar maut.
Baca juga: Surat edaran waspadai DBD di Kota Kupang
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapal Kantor Navigasi Kupang membantu distribusi BBM untuk PLTD di Rote Ndao
29 January 2026 5:36 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB