DKP NTT imbau nelayan terus ikuti informasi dari BMKG
Minggu, 5 Januari 2020 12:19 WIB
Kepala Cabang DKP NTT Wilayah Lembata, Flores Timur, dan Sikka, Antonius Andi Amutonda. (ANTARA FOTO/HO-Aspri)
Kupang (ANTARA) - Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara mengimbau para nelayan di daerah setempat agar terus mengikuti informasi perkembangan cuaca dari BMKG Kupang sebelum memutuskan untuk melaut.
"Kepada nelayan kami imbau agar terus mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG terutama pada wilayah perairan yang mau dilayari," kata Kepala Cabang DKP NTT Wilayah Lembata, Flores Timur, dan Sikka, Antonius Andi Amutonda ketika dihubungi Antara dari Kupang, Minggu (5/1).
DKP NTT telah mengeluarkan surat edaran sehubungan dengan masuknya musim barat yang berakibat pada tingginya curah hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi di perairan setempat.
Selain imbauan untuk mengikuti perkembangan cuaca, kata Antonius, para nahkoda kapal nelayan juga diimbau untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam pelayaran. Sejumlah pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulsel. Distribusi semen melalui pelabuhan Paotere, Makassar ke beberapa pulau di wilayah Kawasan Timur Indonesia seperti Flores, Maluku, NTT dan Papua mengalami keterlambatan disebabkan cuaca buruk yang berdampak pada melonjaknya harga semen di daerah tersebut. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir) "Selain up date cuaca dari BMKG juga tentunya harus selalu berkoordinasi dengan pihak Syahbandar setempat," katanya.
Antonius mengatakan, peralatan keselamatan yang cukup juga menjadi aspek penting yang perlu dilengkapi kapal-kapal nelayan saat hendak melaut termasuk di wilayah perairan yang dekat.
Dia mengatakan, imbauan ini perlu mendapat perhatian serius dari pemilik kapal nelayan maupun nahkoda untuk meminimalisir kecelakaan laut dalam kondisi cuaca buruk yang terjadi saat ini.
"Prinsipnya kita sama-sama mencegah agar hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi pada nelayan karena kelalaian kita sendiri dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini," katanya. Sejumlah pemulung mengais sampah yang terdampar di Pantai Kedonganan, Badung, Bali, Selasa (4/2). Sampah tersebut berasal dari daerah lain yang terbawa arus laut akibat cuaca buruk akhir-akhir ini yang melanda pantai selatan Jawa, Bali, NTB dan NTT. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
"Kepada nelayan kami imbau agar terus mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG terutama pada wilayah perairan yang mau dilayari," kata Kepala Cabang DKP NTT Wilayah Lembata, Flores Timur, dan Sikka, Antonius Andi Amutonda ketika dihubungi Antara dari Kupang, Minggu (5/1).
DKP NTT telah mengeluarkan surat edaran sehubungan dengan masuknya musim barat yang berakibat pada tingginya curah hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi di perairan setempat.
Selain imbauan untuk mengikuti perkembangan cuaca, kata Antonius, para nahkoda kapal nelayan juga diimbau untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam pelayaran. Sejumlah pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulsel. Distribusi semen melalui pelabuhan Paotere, Makassar ke beberapa pulau di wilayah Kawasan Timur Indonesia seperti Flores, Maluku, NTT dan Papua mengalami keterlambatan disebabkan cuaca buruk yang berdampak pada melonjaknya harga semen di daerah tersebut. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir) "Selain up date cuaca dari BMKG juga tentunya harus selalu berkoordinasi dengan pihak Syahbandar setempat," katanya.
Antonius mengatakan, peralatan keselamatan yang cukup juga menjadi aspek penting yang perlu dilengkapi kapal-kapal nelayan saat hendak melaut termasuk di wilayah perairan yang dekat.
Dia mengatakan, imbauan ini perlu mendapat perhatian serius dari pemilik kapal nelayan maupun nahkoda untuk meminimalisir kecelakaan laut dalam kondisi cuaca buruk yang terjadi saat ini.
"Prinsipnya kita sama-sama mencegah agar hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi pada nelayan karena kelalaian kita sendiri dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini," katanya. Sejumlah pemulung mengais sampah yang terdampar di Pantai Kedonganan, Badung, Bali, Selasa (4/2). Sampah tersebut berasal dari daerah lain yang terbawa arus laut akibat cuaca buruk akhir-akhir ini yang melanda pantai selatan Jawa, Bali, NTB dan NTT. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump mengancam Iran akan menghadapi 'hari buruk' jika tidak capai kesepakatan
24 February 2026 13:45 WIB
Kapal Kantor Navigasi Kupang membantu distribusi BBM untuk PLTD di Rote Ndao
29 January 2026 5:36 WIB
Pertamina: Cuaca buruk di wilayah NTT penyebab terhambatnya distribusi BBM ke Ende
19 November 2025 7:35 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov NTT menyediakan layanan feri gratis ke Larantuka untuk prosesi Semana Santa
29 March 2026 17:46 WIB