Kupang (ANTARA) - Sebanyak 20 kendaraan mulai dari truk hingga bus terjebak banjir di Sungai Kapsali, Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kanit Intelkam Polsek Amfoang Utara Bripka Nikolaus Yupin dihubungi dari Kupang, Senin, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak Minggu (30/11) hingga Senin (1/12) karena akses jalan terputus akibat banjir
“Sudah terjebak sejak hari minggu (30/11) kemarin hingga Senin (1/12) ini akibat jembatan putus di jalur utama menuju Kota Kupang,” katanya.
Nikolaus Yupin merupakan salah satu penumpang bus yang terjebak sudah dua hari di lokasi tersebut.
Putusnya jembatan di Sungai Kapsali pada Februari 2023 lalu hingga saat ini belum diperbaiki. Ditambah lagi Jembatan Termanu di desa yang sama terputus akibat banjir membuat seluruh akses terputus,
Kedua jembatan itu merupakan akses transportasi utama bagi warga Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur menuju Kota Kupang.
“Namun hingga kini belum ada penanganan sehingga kendaraan roda enam tidak bisa melintas saat banjir,” ucap dia.
Untuk kendaraan roda dua aman untuk dilalui, kata dia, namun untuk kendaraan roda empat bahaya untuk melintas karena jalan yang dilalui terus terkikis oleh banjir.
Kepala Desa Manubelon Anton Tak dihubungi terpisah membenarkan banjir yang terjadi sejak siang membuat puluhan kendaraan tidak bisa melintas.
“Banjir masih berlangsung sampai sekarang. Kondisi jalannya sangat parah dan tidak bisa dilalui,” kata Anton.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT segera memperbaiki Jembatan Kapsali dan Termanu karena menjadi satu-satunya akses vital warga Amfoang.
“Ini baru awal Desember saja sudah menyulitkan warga. Belum masuk Januari sampai April yang biasanya puncak hujan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” ujarnya.

