NTT optimistis Pesparani Nasional beri multi efek ekonomi
Kamis, 13 Februari 2020 1:18 WIB
Ketua Umum Pesparani Katolik tingkat nasional Jamaludin Ahmad, sedang berpidato saat acara peluncuran sayembara logo dan mars Pesparani Nasional ke-2 tahun 2020 di Kupang, Rabu (12/02/2020). (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Ketua Umum Pesparani tingkat nasional Jamaludin Ahmad menyatakan optimistis bahwa Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional ke-2 tahun 2020 di Kupang pada Oktober mendatang akan memberikan multi efek ekonomi bagi daerah setempat.
"Akan ada lebih dari 10.000 orang yang datang ke NTT mengikuti kegiatan Pesparani Katolik tingkat nasional sehingga akan memberikan multi efek ekonomi yang besar bagi daerah ini," katanya dalam acara peluncuran sayembara logo dan mars Pesparani Nasional ke-2 tahun 2020 di Kupang, Rabu (12/2).
Jamaludin yang juga Asisten I Setda NTT ini mengatakan hadirnya ribuan orang dari luar NTT dan menetap selama beberapa hari untuk mengikuti kegiatan rohani itu akan menggerakkan berbagai sektor seperti penginapan, kuliner, transportasi, dan lainnya.
"Seluruh sektor ekonomi akan berputar di situ, karena itu Pak Gubernur NTT sangat mendukung agenda ini dalam spirit NTT Bangkit NTT Sejahtera," kata Ketua Pengurus NU Wilayah NTT itu.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi yang saat ini menjadikan pariwisata sebagai sektor penggerak utama perekonomian harus diwujudkan dalam aktivitas nyata seperti melalui kegiatan Pesparani Nasional ini.
Baca juga: Uskup: Pesparani ajang memupuk persaudaraan
Baca juga: Jadi tuan rumah Pesparani Nasional 2020, Kota Kupang mulai berbenah
Jamaludin mengatakan, di sisi lain, dengan terpilihnya Kota Kupang selaku ibu kota provinsi sebagai tuan rumah kegiatan maka akan menggerakkan pembangunan infrastruktur penunjang dengan dukungan pemerintah pusat.
"Tentu akan ada intervensi pembangunan seperti perbaikan akses jalan, pembenahan Stadion Oepoi yang menjadi pusat kegiatan, maupun fasilitas penunjang lainnya," katanya.
Selain dampak ekonomi dan pembangunan infrastruktur, lanjut dia, kegiatan ini juga memperkenalkan nilai toleransi dan kebersamaan yang selama ini terawat di NTT sesuai tema kegiatan yakni Dari NTT Untuk Nusantara.
Menurut dia, nilai-nilai seperti ini sangat penting disebarkan ke berbagai daerah di Tanah Air untuk menjaga keutuhan bangsa dari berbagai tantangan.
Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus, dan perwakilan dari Polda NTT, AKBP Domi Yampormase.
Baca juga: Ketua NU NTT jadi Ketua Umum Pesparani Nasional
Baca juga: Qasidah jadi acara pembuka Pesparani I Katolik Papua
"Akan ada lebih dari 10.000 orang yang datang ke NTT mengikuti kegiatan Pesparani Katolik tingkat nasional sehingga akan memberikan multi efek ekonomi yang besar bagi daerah ini," katanya dalam acara peluncuran sayembara logo dan mars Pesparani Nasional ke-2 tahun 2020 di Kupang, Rabu (12/2).
Jamaludin yang juga Asisten I Setda NTT ini mengatakan hadirnya ribuan orang dari luar NTT dan menetap selama beberapa hari untuk mengikuti kegiatan rohani itu akan menggerakkan berbagai sektor seperti penginapan, kuliner, transportasi, dan lainnya.
"Seluruh sektor ekonomi akan berputar di situ, karena itu Pak Gubernur NTT sangat mendukung agenda ini dalam spirit NTT Bangkit NTT Sejahtera," kata Ketua Pengurus NU Wilayah NTT itu.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi yang saat ini menjadikan pariwisata sebagai sektor penggerak utama perekonomian harus diwujudkan dalam aktivitas nyata seperti melalui kegiatan Pesparani Nasional ini.
Baca juga: Uskup: Pesparani ajang memupuk persaudaraan
Baca juga: Jadi tuan rumah Pesparani Nasional 2020, Kota Kupang mulai berbenah
Jamaludin mengatakan, di sisi lain, dengan terpilihnya Kota Kupang selaku ibu kota provinsi sebagai tuan rumah kegiatan maka akan menggerakkan pembangunan infrastruktur penunjang dengan dukungan pemerintah pusat.
"Tentu akan ada intervensi pembangunan seperti perbaikan akses jalan, pembenahan Stadion Oepoi yang menjadi pusat kegiatan, maupun fasilitas penunjang lainnya," katanya.
Selain dampak ekonomi dan pembangunan infrastruktur, lanjut dia, kegiatan ini juga memperkenalkan nilai toleransi dan kebersamaan yang selama ini terawat di NTT sesuai tema kegiatan yakni Dari NTT Untuk Nusantara.
Menurut dia, nilai-nilai seperti ini sangat penting disebarkan ke berbagai daerah di Tanah Air untuk menjaga keutuhan bangsa dari berbagai tantangan.
Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus, dan perwakilan dari Polda NTT, AKBP Domi Yampormase.
Baca juga: Ketua NU NTT jadi Ketua Umum Pesparani Nasional
Baca juga: Qasidah jadi acara pembuka Pesparani I Katolik Papua
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPR nilai kasus siswa SD bunuh diri di NTT jadi momentum atasi kemiskinan struktural
04 February 2026 15:04 WIB
Tim juara dunia barongsai Kong Ha Hong akan tampil di acara perayaan Imlek nasional
04 February 2026 6:34 WIB
Seskab: Pertemuan Prabowo dengan Dirut Garuda untuk perbesar maskapai nasional
03 February 2026 14:28 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB