Kebakaran APMS di Sabu tidak mempengaruhi stok BBM
Sabtu, 15 Februari 2020 11:39 WIB
Unit Manager Communication dan CSR-Marketing Operation Region V Jawa Timur Rustam Aji. (ANTARA FOTO/HO-Istimewa)
Kupang (ANTARA) - Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih aman meskipun terjadi kebakaran Agen Premium Minyak Solar (APMS) di daerah itu pada Rabu (12/2).
"Sok BBM masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdepan nusantara itu," kata Unit Manager Communication dan CSR-Marketing Operation Region V Jawa Timur, Rustam Aji di Kupang, Jumat (14/2).
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan kebakaran APMS di Sabu Raijua dan dampaknya terhadap konsumen BBM di daerah yang berada dalam kepungan Samudera Hindia itu.
Baca juga: Tidak Ada Gejolak BBM di Pulau Sabu
Baca juga: Kapolda NTT didesak usut penimbunan BBM di Sabu Raijua Petugas memadamkan api dalam kebakaran AMPS di Sabu Raijua, Rabu (12/2/2020). (ANTARA FOTO/HO-BPBD Sabu Raijua)
Akibat kebakaran itu, sejumlah bahan bakar minyak (BBM) ikut terbakar, seperti enam tangki solar, 10 tangki premium, 70 drum pertalite, 25 drum pertamax (titipan SPBU), dan 101 drum minyak tanah.
Ia mengatakan selama APMS tersebut belum diperbaiki, masyarakat setempat dapat memperoleh BBM di SPBU 56.851.22, yang berjarak sekitar dua kilometer dari APMS yang terbakar.
Dia menambahan kebutuhan BBM di Sabu Raijua, khusus premium rata-rata sehari mencapai 8.000 liter dan solar 3.000 liter.
Pertamina juga menyiapkan pertamax, pertalite, dan dexlite di daerah itu, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna kenadaraa bermotor.
Hal itu, kata dia, artinya untuk penyaluran BBM di Kabupaten Sabu Raijua tetap sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Perlu Tambahan APMS di Pulau Sabu
Baca juga: Pertamina: Harga BBM di Sabu tidak wajar
"Sok BBM masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdepan nusantara itu," kata Unit Manager Communication dan CSR-Marketing Operation Region V Jawa Timur, Rustam Aji di Kupang, Jumat (14/2).
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan kebakaran APMS di Sabu Raijua dan dampaknya terhadap konsumen BBM di daerah yang berada dalam kepungan Samudera Hindia itu.
Baca juga: Tidak Ada Gejolak BBM di Pulau Sabu
Baca juga: Kapolda NTT didesak usut penimbunan BBM di Sabu Raijua Petugas memadamkan api dalam kebakaran AMPS di Sabu Raijua, Rabu (12/2/2020). (ANTARA FOTO/HO-BPBD Sabu Raijua)
Akibat kebakaran itu, sejumlah bahan bakar minyak (BBM) ikut terbakar, seperti enam tangki solar, 10 tangki premium, 70 drum pertalite, 25 drum pertamax (titipan SPBU), dan 101 drum minyak tanah.
Ia mengatakan selama APMS tersebut belum diperbaiki, masyarakat setempat dapat memperoleh BBM di SPBU 56.851.22, yang berjarak sekitar dua kilometer dari APMS yang terbakar.
Dia menambahan kebutuhan BBM di Sabu Raijua, khusus premium rata-rata sehari mencapai 8.000 liter dan solar 3.000 liter.
Pertamina juga menyiapkan pertamax, pertalite, dan dexlite di daerah itu, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna kenadaraa bermotor.
Hal itu, kata dia, artinya untuk penyaluran BBM di Kabupaten Sabu Raijua tetap sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Perlu Tambahan APMS di Pulau Sabu
Baca juga: Pertamina: Harga BBM di Sabu tidak wajar
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus impor barang di Ditjen Bea Cukai
06 February 2026 7:11 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus impor barang di Ditjen Bea Cukai
06 February 2026 7:11 WIB
DJPb: Realisasi tunjangan guru ASN di NTT pada awal 2026 capai Rp138 miliar
05 February 2026 14:29 WIB