Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar sejumlah aksi dan kegiatan menyambut perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang.

"Ada kegiatan aksi sosial seperti donor darah, pengumpulan beras dan pakaian untuk disalurkan ke panti asuhan dan kegiatan Gebyar SMK Bisa," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Alo Min di Kupang, Sabtu.

Menurut dia, sejumlah kegiatan yang melibatkan seluruh pegawai di jajaran pendidikan dan para siswa itu bertujuan untuk mengeratkan kembali komitmen jajaran pendidikan bersama seluruh masyarakat untuk mendorong percepatan dan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di bumi selaksa nusa itu.

Hal itu didasari bahwa kualitaas pendidikan tidak hanya pada tanggung jawab pihak sekolah dan jajaran pendidikan lainnya, tetapi menjadi tanggung jawab masyarakat dan seluruh komponennya.

Memang dalam konteks teknis, pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah dan dinas teknis serta sekolah penyelenggara. Namun harus juga mendapat sokongan dan dorongan dari seluruh pihak untuk kembali menunjukan kemajuan bagi kualitas pendidikan di daerah ini.

"Komitmen mencerdaskan anak bangsa harus benar-benar diimplemntasi bersama seluruh stakholder yang ada di masyarakat tidak hanya di dunia pendidikan semata," katanya.

Terkait dengan sejumlah kegiatan aksi sosial, Alo Min menyebut, telah dilakukan aksi donor darah melibatkan seluruh pegawai di jajaran pendidikan dan para siswa. Hal yang sama juga untuk kegiatan pengumpulan beras dan pakaian layak pakai yang akan dibagikan pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ke sejunmlah panti yang ada di daerah ini.

Sedangkan untuk kegiatan `Gebyar SMK Bisa` akan menampilkan seluruh hasil karya para siswa yang berasal dari seluruh SMK yang ada di provinsi berbasis kepulauan itu.

Hasil karya yang ditunjukkan sesuai dengan jurusan sekolahnya itu akan dihadirkan ke khalayak untuk sejumlah harapan, di antaranya mendapat masukan kritik dan saran terhadap seluruh hasil karyanya.

"Ada harapan yang kuat dari kegiatan itu masukan dan saran dari masyarakat terkait hasil karya yang ada agar bisa disempurnakan. Tetapi juga jika memang sudah pantas diproduksi maka akan ada harapan hasil karya para siswa bisa dibeli masyarakat," kata Alo Min.

Dia mengatakan kegiatan akan dilakukan di halaman depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Jalan Soeharto kota Kupang.

Hingga saat ini sudah ada sejumlah SMK dari 327 SMK yang ada di seluruh provinsi ini yang mendaftar menjadi peserta kegiatan tersebut. "Kami berharap akan ada pelibatan banyak SMk di seluruh daerah ini dengan beragam kekhususan dan kekhasannya," kata Alo Min.

Selain sejumlah kegiatan itu kata Alo Min, akan ada juga aksi `nyekar` ke sejumlah makam pahlawan dan tokoh pendidikan NTT. "Jadwal akan kami sampaikan dan saat ini masih dirancang oleh tim," kata Alo Min.

Dalam konteks itu semua, Alo Min menambahkan proses percepatan peningkatan sumber daya di daerah ini harus menjadi bagian dari tanggung jawab dan komitmen semua puhak. "Tidak hanya ada di jajaran pendidik saja. Orang tua dan masyarakat termasuk pers juga punya tanggung jawab memajukan pendidikan berkualitas di daerah ini," katanya.

Semoga momentum perayaan Hardiknas 2017 yang mengusung tema `Percepatan Pendidikan yang Merata dan Berkualitas` bisa secara berangsur terimplementasi di daerah yang bergugusan nusa ini.