Maumere-Kabupaten Sikka (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, melaporkan bahwa hingga Selasa (10/3) malam jumlah korban yang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) kembali bertambah menjadi 14 orang.

"Sampai siang ini jumlah korban DBD yang meninggal di Kabupaten Sikka bertambah menjadi 14 orang dari sebelumnya hanya 13 orang, " kata Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Petrus Herlemus kepada Antara di Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (10/3).
Baca juga: Menteri Kesehatan kerahkan tim medis dari Jakarta tangani DBD di Sikka

Ia mengatakan korban ke-14 itu merupakan seorang anak sekolah dasar yang berusia tujuh tahun bernama Theresia Brigita pasien rujukan dari RS Kewapante.

Sementara sampai dengan saat ini jumlah kasus DBD di kabupaten Sikka juga sudah bertambah menjadi 1.195 kasus dari sebelumnya pada Minggu (8/3) baru mencapai 1.190 kasus dengan jumlah pasien yang dirawat mencapai 130 orang.

Sementara itu dokter UGD TC Hillers dr. Emilia saat ditemui di ruang UGD RSUD TC Hillers mengatakan bahwa korban meninggal yang ditangani terakhir yakni pada Senin (9/3) kemarin. "Kemarin korban meninggal di ruangan ICU setelah di rujuk dari RS Kewapante, " tambah dia.

Ia mengatakan pada Senin (10/3) malam kurang lebih 20-an pasien yang positif DBD masuk ke RS TC Hillers. Bahkan pihaknya sempat kewalahan karena satu tempat tidur harus dua pasien.
Baca juga: Menteri Kesehatan jenguk pasien DBD di RSUD Johannes Kupang

Pemerintah Kabupaten Sikka ini sudah mulai melakukan pengasapan sarang nyamuk (PSN) yang akan berlangsung selama 14 hari kedepan.

Sementara itu pemda setempat juga sudah empat kali meningkatkan status KLB DBDnya setelah semakin banyak korban yang berjatuhan.


  Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat berdialog dengan seorang ibu yang sedang menjaga anaknya yang terserang penyakit DBD dan dirawat di RSUD Prof. Dr Johannes Kupang dalam kunjungannya di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (9/3/2020). ANTARA/Aloysius Lewokeda/am.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024