Pemprov minta warga NTT yang pernah kontak dengan pasien COVID-19 jujur
Kamis, 16 April 2020 6:23 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu. (FOTO ANTARA/ Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu berharap masyarakat yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 agar jujur dalam memberikan data dan informasi kepada petugas medis guna memudahkan pemerintah daerah dalam memutus rantai penyebaran virus mematikan itu.
"Kami berharap masyarakat NTT yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 di Kota Kupang agar jujur memberikan berbagai data dan informasi selama melakukan kontak dengan pasien. Jangan ada yang ditutup-tutupi," katanya di Kupang, Rabu.
Ia mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah dalam melakukan penelusuran terhadap warga yang pernah melakukan kontak dengan salah satu pasien positif COVID-19 di Kota Kupang.
Pemprov NTT membutuhkan informasi dari masyaraat yang pernah melakukan kontak dengan pasien untuk kepentingan penanggulangan penyebaran virus COVID-19 di provinsi berbasis kepulauan ini.
"Apabila masyarakat memberikan informasi yang benar dan jelas maka memudahkan pemerintah dalam melakukan upaya penanggulangan penyebaran COVID-19 dengan baik," kata Marius didampingi didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapatan Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Veri Guru.
Baca juga: 35 sampel swab dari NTT negatif COVID-19
Baca juga: Masyarakat NTT diminta tak khawatir berlebihan soal positif rapid test
Ia menambahkan data-data yang diberikan masyarakat menjadi sumber informasi penting bagi PemprovNTT dalam mengendalikan penyebaran COVID-19.
"Pemprov akan cepat melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corana apabila didukung dengan sumber informasi yang akurat dari masyarakat yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19," katanya.
Pemerintah Kota Kupang juga telah melakukan penelusuran terhadap 14 orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19 yang sedang dalam perawatan di RSUD Prof Dr W.Z. Johannes Kupang, demikian Marius Ardu Jelamu.
"Kami berharap masyarakat NTT yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 di Kota Kupang agar jujur memberikan berbagai data dan informasi selama melakukan kontak dengan pasien. Jangan ada yang ditutup-tutupi," katanya di Kupang, Rabu.
Ia mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah dalam melakukan penelusuran terhadap warga yang pernah melakukan kontak dengan salah satu pasien positif COVID-19 di Kota Kupang.
Pemprov NTT membutuhkan informasi dari masyaraat yang pernah melakukan kontak dengan pasien untuk kepentingan penanggulangan penyebaran virus COVID-19 di provinsi berbasis kepulauan ini.
"Apabila masyarakat memberikan informasi yang benar dan jelas maka memudahkan pemerintah dalam melakukan upaya penanggulangan penyebaran COVID-19 dengan baik," kata Marius didampingi didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapatan Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Veri Guru.
Baca juga: 35 sampel swab dari NTT negatif COVID-19
Baca juga: Masyarakat NTT diminta tak khawatir berlebihan soal positif rapid test
Ia menambahkan data-data yang diberikan masyarakat menjadi sumber informasi penting bagi PemprovNTT dalam mengendalikan penyebaran COVID-19.
"Pemprov akan cepat melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corana apabila didukung dengan sumber informasi yang akurat dari masyarakat yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19," katanya.
Pemerintah Kota Kupang juga telah melakukan penelusuran terhadap 14 orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19 yang sedang dalam perawatan di RSUD Prof Dr W.Z. Johannes Kupang, demikian Marius Ardu Jelamu.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 16-19 Maret 2026
16 March 2026 10:15 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter di laut NTT hingga 19 Februari 2026
17 February 2026 10:28 WIB
BMKG: Sejumlah wilayah di NTT berpotensi hujan lebat pada 18-19 November 2025
18 November 2025 12:00 WIB