Kupang (ANTARA) - Hama belalang Kembara (Locusta Migratoria) kembali muncul di daerah Kawangu, Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pelaksana Tugas (plt) Kadis Pertanian Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mbaku Muku, ketika dikonfirmasi dari Kupang, Rabu, membenarkan hal tersebut.

"Kami sudah lakukan pemantauan setelah adanya laporan dari masyarakat. Dari hasil pemantauan itu kesimpulannya ratusan belalang itu merupakan turunan dari belalang di daerah Papungu yang tidak sempat dilakukan pengendalian waktu lalu karena sudah beterbangan," katanya.

Ia mengatakan walaupun ratusan hama belalang itu sudah bermunculan tetapi sampai dengan saat ini belum ada laporan dari warga atau petani bahwa area pertanian mereka diserang oleh hama tersebut.

Baca juga: Hama belalang itu sudah dibasmi, tetapi mereka datang lagi
Baca juga: Puluhan ternak kuda di Sumba Timur mati kelaparan

Oktavianus menambahkan bahwa hama belalang itu sudah muncul di daerah itu sejak tanggal 3 Mei 2020. Tetapi saat ini belum ada juga keluhan dari masyarakat atau para petani di daerah itu,

Lebih lanjut ia mengatakan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur terus memantau pergerakan dari belalang tersebut, setelah pada tahun sebelumnya sangat meresahkan para petani di daerah itu.

Ia menambahkan bahwa hama belalang itu muncul pertama kali itu di Pandawai yakni di Desa Palakahembi. Kemudian menyebar di Papungu dan juga di Walakiri.

"Kemudian muncul kedua di daerah Pahonga Lodu di lokasi Tandengin dan yang ketiga itu di Lailanjak dan sekarang yang masuk di Kawangu," tambah dia lagi.

Oktavianus juga mengatakan bahwa saat ini koordinasi dengan Brigade untuk melakukan pemantauan dan malamnya langsung melakukan pengendalian dengan cara penyemprotan dengan insektisida. Malam hari merupakan kesempatan yang sangat efektif untuk pengendalian karena belalang tidak lagi beterbangan.

Untungnya sampai dengan saat ini, belum ada informasi dari masyarakat terkait penyerangan belalang pada tanaman pertanian warga, namun lebih banyak belalang hanya tidur di lahan yang sudah selesai dipanen.

Meskipun demikian, tim yang tergabung dalam Brigade tetap melakukan pemantauan serta pengendalian pada malam hari agar membasmi perkembangbiakkan belalang tersebut.

Baca juga: Sumba Timur percontohan industrialisasi rumput laut nasional

“Memang kita sedikit kesulitan mengendalikan yang sudah instar empat ini. Karena belalangnya sudah bisa terbang, sehingga perlu dilakukan pemantauan secara lebih cermat,” ujar dia.
 

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024