Kupang (ANTARA) - Sebanyak 270.805 keluarga miskin di Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah terdata sebagai bagian dari penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk penanganan dampak pandemi virus corona jenis baru (COVID-19).

Hal tersebut dikemukakan Koordinator PM3D Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Wilayah Provinsi NTT, Kandidatus Angge, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis, (28/5).

Baca juga: Sebanyak lima kabupaten di NTT belum salurkan BLT dana desa

“Data sementara per 26 Mei, jumlah penerima manfaat BLT Dana Desa yang sudah terdata sebagai keluarga miskin di NTT yang layak menerima itu sudah ada 270.805 keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, ratusan ribu keluarga tersebut selama ini belum pernah menerima program jaring pengaman sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) atau pun bansos lainnya. “Jadi itu sudah dipastikan 100 persen clear, ada 270.805 KK,” tegasnya.

Kandidatus Angge menjelaskan, meski demikian, hingga 26 Mei diketahui masih banyak desa di NTT yang belum mengeksekusi penyaluran BLT Dana Desa tahap pertama selama tiga bulan yakni April, Mei, Juni, dengan nilai Rp600 ribu per KK.

Baca juga: Legislator minta Pemkot Kupang perhatikan penerima BST

Ia menyebutkan, dari 3.026 desa di NTT baru 2.484 desa yang melaksanakan musyawarah khusus untuk penetapan penerima BLT Dana Desa.

“Artinya ribuan desa ini sudah final datanya dan mereka hanya menunggu kapan waktu dana untuk disalurkan kepada penerima manfaat,” katanya.

Kandidatus Angge menambahkan, hingga 26 Mei, dari dua ribuan desa yang telah menggelar musyawarah khusus tersebut baru terdapat 797 desa yang telah meyalurkan BLT Dana Desa atau 26 persen dari jumlah seluruh desa di NTT.

Baca juga: Pemerintah dan TNI/Polri sisir ulang data penerima bantuan tunai di TTS

“Ini artinya dana itu sudah ada tetapi ada soal di lapangan yagn kita harapkan dikooridinasikan secara baik agar secepatnya teratasi sehingga dana bisa segera tersalurkan ke setiap penerima manfaat,” katanya.


Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024